Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Rahasia Sukses Membangun Branding Digital, Bukan Hanya Soal Posting Rutin di Medsos

Miftahul A’la • Minggu, 23 November 2025 | 20:53 WIB
Ketua MPI PDM Kota Semarang Hadi Santoso
Ketua MPI PDM Kota Semarang Hadi Santoso

RADARSEMARANG.ID, Semarang Membangun branding yang kuat di era digital bukan hanya soal merancang logo atau posting rutin di media sosial (medsos), melainkan harus dimulai dengan menemukan solusi nyata (Problem Solving) atas masalah publik. Kunci sukses strategi ini adalah Brand Proofing, yakni pembuktian janji dengan menyediakan dan melayani secara transparan.

Strategi branding fundamental ini menjadi fokus utama dalam Workshop Reputasi Digital dan Rapat Koordinasi Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Se-Kota Semarang.

Materi inti dibawakan oleh Raka Manggala, Branding Founder Kolamide.id, yang menegaskan bahwa branding sejatinya hanyalah tentang persepsi.

Raka Manggala menjelaskan siklus branding yang tepat dimulai dari menggali kebutuhan publik (Customer Insight), lalu menyiapkan solusi nyata (Problem Solving).

Kemudian, organisasi harus merancang komunikasi merek yang menempatkan audiens sebagai Hero (Pahlawan) yang memiliki masalah, sementara organisasi berfungsi sebagai Guide (Pemandu) yang menawarkan solusi.

Puncak strategi ini adalah Brand Proofing. Tahap ini meliputi transparansi, akuntabilitas, dan menunjukkan dampak nyata dari kiprah yang dilakukan organisasi. Raka mengingatkan, "Pesan yang rumit akan membuat orang bingung dan pergi. If you confuse, you lose".

Implementasi strategis branding yang solid ini memerlukan kesatuan identitas. Ketua MPI PDM Kota Semarang, Hadi Santoso, S.T. M.Si., menargetkan adanya kesatuan branding. Implementasi “Islam Berkemajuan” harus terwujud secara seragam dalam desain, flyer, dan semua kegiatan.

Guna memperluas jangkauan dan memperkuat sinergi, MPI mendorong strategi cross follower dari PCM, Ortom, dan Amal Usaha (AUM). Hadi Santoso berharap: "Harapannya terjalin kerjasama, ada cross baik itu media sosial maupun pemanfaatan media online, website, YouTube, IG dan sebagainya,".

Workshop Reputasi Digital ini diikuti 90 peserta dari unsur PCM, Ortom, dan Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) PDM Kota Semarang. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Hotel Candi Indah Convention.

Dalam sambutan pembukaan, Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Drs. Nurbini, M.S.I., menegaskan perbedaan antara branding sebagai janji dan reputasi sebagai penilaian publik. Nurbini berharap melalui sinergi media dan pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI), Muhammadiyah akan semakin dikenal luas dan mendapatkan reputasi yang baik dari masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, rangkaian acara ini turut menyosialisasikan Brand ID Muhammadiyah untuk keseragaman identitas. Sosialisasi ini dibawakan oleh Kepala Kantor Sekretariat PDM Kota Semarang, Andree Wijaya, sejalan dengan peluncuran brand guideline dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Untuk mendorong jumlah volume produksi konten berita dan media sosial dari setiap cabang, organisasi otonom dan masjid-masjid Muhammadiyah, pihak MPI juga memberikan rompi dan ID card peliputan relawan media kepada para peserta workshop. Rompi berwarna biru dongker dan ID card ini menjadi seragam dan identas resmi para relawan media sebagai reporter Muhammadiyah di lapangan. (fth)

Editor : Baskoro Septiadi
#mpi