Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pemprov Jateng Bakal Terapkan 6 Hari Sekolah, Kepala Sekolah dan Guru SMA/SMK Siap-siap

Nugroho Wisnu Adi • Jumat, 21 November 2025 | 15:34 WIB
Photo
Photo


RADARSEMARANG.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang mempersiapkan kebijakan sekolah enam hari. Alasan kebijakan sekolah enam hari itu sebelumnya sudah dijelaskan oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin.

Taj Yasin mengatakan, kebijakan lima hari sekolah tujuan utamanya adalah memberikan waktu luang kepada anak-anak untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, berdasarkan kajian, para orang tua banyak yang bekerja hingga enam bahkan tujuh hari dalam sepekan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sedang mempersiapkan kebijakan sekolah enam hari. Alasan kebijakan sekolah enam hari itu sebelumnya sudah dijelaskan oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin.

Taj Yasin mengatakan, kebijakan lima hari sekolah tujuan utamanya adalah memberikan waktu luang kepada anak-anak untuk berkumpul bersama keluarga.

Namun, berdasarkan kajian, para orang tua banyak yang bekerja hingga enam bahkan tujuh hari dalam sepekan.

Gus Yasin membeberkan rencana kebijakan enam hari sekolah akan diberlakukan untuk SMA dan SMK sesuai dengan kewenangan Pemprov Jateng.

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan akan membuka peluang diberlakukan kepada jenjang di bawahnya, yakni SD, SMP, TK dan PAUD, yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/ kota.

Sementara itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah memastikan kesiapan untuk mengembalikan sistem enam hari sekolah bagi jenjang SMA/SMK pada semester mendatang.

Kebijakan ini diambil sebagai solusi untuk mengatasi kelelahan fisik dan mental siswa akibat padatnya jam belajar dalam sistem lima hari (full day school) yang diterapkan sebelumnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah Sadimin mengatakan, disdik telah menyiapkan langkah antisipatif strategis demi optimalisasi kebijakan baru ini.

Salah satu langkah utamanya adalah memindahtugaskan guru atau tenaga pendidik agar mengajar lebih dekat dengan domisili mereka.

“Upaya efisiensi jarak ini kami siapkan untuk menghadapi semester depan dengan kembalinya enam hari sekolah. Ini sebagai ikhtiar dan sudah terbukti efektivitasnya dalam menjaga performa tenaga pendidik,” ungkap Sadimin, Selasa (18/11).

Ia menegaskan bahwa prinsipnya adalah mendekatkan yang jauh agar dapat bekerja lebih optimal. Kebijakan ini berlaku untuk kepala sekolah maupun guru, baik PNS maupun PPPK. Untuk mereka yang domisilinya masih jauh, Sadimin menyebutkan mutasi akan dilakukan pada periode berikutnya.

Sadimin meminta seluruh tenaga pendidik bersabar karena penataan dilakukan sesuai kebutuhan dan ketersediaan tempat. “[Kami dekatkan] karena apa? Semester depan akan menerapkan enam hari sekolah, yang awalnya lima menjadi enam hari. Maka yang jauh-jauh kami dekatkan supaya panjenengan bisa hadir di tengah keluarga,” ujarnya.

 

Editor : Baskoro Septiadi
#dinas pendidikan dan kebudayaan #Provinsi Jawa Tengah #Dinas Pendidikan #taj yasin #full day school #wakil gubernur #Semester #Disdikbud #SMA/SMK #pemrov jateng