Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading: 54 Siswa dan Jamaah Terluka, Dugaan Bom Rakitan dan Motif Masih Didalami

Tasropi • Jumat, 7 November 2025 | 23:44 WIB
Suasana paska ledakan di SMAN 72 Jakarta
Suasana paska ledakan di SMAN 72 Jakarta

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Tragedi mengerikan menimpa SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, saat salat Jumat berlangsung siang ini.

Ledakan dahsyat yang terjadi tepat setelah khotbah selesai mengguncang masjid sekolah yang terletak di dalam Kompleks TNI AL Kodamar, menewaskan nol jiwa namun melukai sebanyak 54 orang, mayoritas siswa dan jamaah.

Korban dilarikan ke RS Islam Cempaka Putih dan rumah sakit terdekat, dengan kondisi sebagian besar luka ringan hingga sedang akibat pecahan kaca, paku, dan syok traumatis.

Peristiwa ini dilaporkan pertama kali pukul 12.09 WIB oleh warga bernama Zulfikar, dengan ledakan utama terjadi sekitar pukul 12.15-12.30 WIB, tepat saat jamaah bersiap qomat.

Seorang siswa bernama Sena, saksi mata kelas XII, menceritakan detik-detik horor itu kepada wartawan.

"Lagi mau qomat, tiba-tiba ada ledakan dari tengah masjid. Bunyinya memekakkan telinga, seperti petasan besar tapi lebih keras. Saya sempat lihat percikan api," ujarnya dengan suara gemetar.

Sena menambahkan, setelah ledakan pertama, orang-orang berhamburan keluar sambil saling bantu evakuasi korban.

"Setelah itu ada ledakan lagi, yang kedua lebih kencang. Banyak yang panik, tapi kami bahu-membahu angkat teman-teman yang tergeletak."

Siswa lain, yang enggan disebut namanya, mengisahkan kondisi rekan-rekannya.

"Beberapa teman terluka di kepala, ada yang kena paku di tangan dan kaki. Bukan dari sound system, pasti bom rakitan. Saya lihat pecahan besi dan paku berserakan," katanya.

Dugaan awal dari Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) Jakarta Utara memang mengarah ke perangkat elektronik atau gas LPG, tapi kini dikonfirmasi sebagai bom rakitan setelah temuan tim Gegana.

Penyelidikan polisi semakin rumit dengan penemuan dua senjata api rakitan di lokasi: satu mirip AK-47 dan satu lagi pistol Glock, bertuliskan "Welcome to Hell", "For Agatha", serta nama pelaku teror global seperti Brenton Tarrant (penyerang masjid Christchurch 2019) dan Alexandre Bissonnette (penyerang masjid Quebec 2017).

Namun, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus menegaskan bahwa benda-benda tersebut ternyata senjata mainan airsoft gun, bukan senjata sungguhan.

"Belum-belum, nanti, dari pihak kepolisian masih pendalaman. Belum bisa kita mengeluarkan statement mengapa begitu mengapa begini, karena sedang pendalaman, kita tunggu saja," ujar Lodewijk saat ditemui di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, siang ini.

Satu orang diduga pelaku telah diamankan polisi dan dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara untuk pemeriksaan.

Sena menduga pelaku adalah siswa kelas XII yang kerap menjadi korban bullying di sekolah.

"Dia sering diejek, mungkin dendam. Kami lihat dia masuk masjid sebelum ledakan, tapi nggak biasa," katanya, meski dugaan ini belum dikonfirmasi resmi.

Densus 88 Polri kini terlibat mendalami kemungkinan unsur terorisme, sementara tim Gegana Brimob dan Polisi Militer TNI AL melakukan sterilisasi lokasi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyatakan 54 korban terdiri dari luka ringan dan sedang, dengan sebagian sudah dipulangkan.

"Area sudah steril, kami tingkatkan pengamanan sekolah dan rumah ibadah. Penyelidikan prioritas utama," tegasnya di lokasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tiba di TKP untuk meninjau langsung, diikuti Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djamari Chaniago yang menekankan belum ada kesimpulan motif.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menyatakan TNI AL berduka dan mendukung penyelidikan penuh, karena sekolah berada di kompleks Kodamar.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyampaikan keprihatinan mendalam dan memerintahkan audit keamanan sekolah serupa.

Editor : Tasropi
#Gas LPG #Ledakan Dahsyat #salat jumat #pramono anung #luka ringan