Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Siap-siap! Indonesia Sudah Mulai Masuk Fase Puncak Musim Hujan, Apakah Jawa Tengah Termasuk?

Sulistiono • Senin, 3 November 2025 | 17:45 WIB
Ilustrasi cuaca buruk.
Ilustrasi cuaca buruk.

RADARSEMARANG.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada, karena sebagian besar wilayah di tanah air kini mulai memasuki fase puncak musim hujan. 

Pada fase puncak musim hujan ini, BMKG menyatakan potensi selain turun hujan lebat juga disertai angin kencang, banjir, longsor dan pohon tumbang.

"43 persen wilayah di Indonesia sudah memasuki fase atau periode puncak musim hujan," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam pernyataannya di situs BMKG.

Pada bulan November ini,tambah Dwikorita, kondisi atmosfer semakin aktif. Karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi sejak dini guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di berbagai daerah.

"Kondisi atmosfer saat ini sangat labil dan kaya uap air akibat aktifnya monsun Asia serta suhu muka laut yang hangat. Ini sinyal kuat agar semua pihak meningkatkan kesiapsiagaan," kata Dwikorita. 

Seperti dikutip di situs resmi BMKG, kurang lebih 43,8 persen wilayah Indonesia atau 306 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim hujan.

"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat melanda sebagian wilayah Jawa bagian barat dan tengah, seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, termasuk wilayah Jawa Tengah," imbuh Dwikorita. 

November-Februari Puncak Musim Hujan

Lalu, kapan puncak musim hujan akan berlangsung?BMKG memperkirakan puncak musim hujan mulai bertahap akan terjadi pada mulai November ini hingga Februari 2026.

"Dengan puncak utama pada Desember 2025-Januari 2026. Curah hujan tinggi berpotensi terjadi di banyak wilayah, terutama bagian barat Indonesia."jelas Kepala BMKG.

Dwikorita juga mengingatkan kepada masyarakat yang tinggal di pesisir pantai untuk mewaspadai potensi hujan sangat lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi. 

"Potensi terbentuknya sistem tekanan rendah di Samudra Hindia yang bisa memicu hujan sangat lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi, khususnya di pesisir Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara."jelasnya.

BMKG juga menyebut beberapa fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Kelvin sedang aktif bersamaan dengan anomali suhu laut yang hangat.

"Kondisi ini meningkatkan suplai uap air dan pembentukan awan hujan, sehingga risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang perlu diantisipasi."jelasnya. 

Lebih lanjut, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama di wilayah rawan bencana. Saat terjadi hujan disertai petir dan angin kencang, masyarakat diminta menghindari area terbuka, bawah pohon, atau bangunan rapuh. (sls)




 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#kondisi cuaca #hujan lebat #info cuaca #hidro meteorologi #ANGIN KENCANG #HUJAN #TANAH LONGSOR #Kepala BMKG Dwikorita Karnawati #musim hujan 2025 #BMKG