RADARSEMARANG.ID – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan sosial kini menerima kabar baik – proses pencairan tahap keempat untuk program
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non‑Tunai (BPNT) telah mulai diperluas ke bank-penyalur selain sebelumnya terbatas di satu lembaga keuangan.
Sistem penyaluran yang awalnya hanya melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) kini mulai
merambah ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI), menunjukkan bahwa dana bansos tahap IV telah mulai didistribusikan
secara bertahap oleh bank-himpunan milik pemerintah (HIMBARA) di berbagai daerah.
Data terbaru menunjukkan bahwa di Gorontalo, bank penyalur BRI telah mencairkan PKH tahap IV senilai Rp 750.000 per KPM,
khusus untuk komponen tertinggi anak usia dini/balita atau disabilitas berat/lansia
Sementara itu BNI dilaporkan telah menyalurkan BPNT tahap IV senilai Rp 600.000 yang mencakup alokasi penuh triwulan ke-IV (Oktober, November, Desember) bagi KPM yang datanya telah berstatus “SI” (Standing Instruction) dalam sistem SIKS-NG.
Dengan masuknya BRI dan BNI sebagai bank penyalur tambahan, harapan besar muncul bagi KPM di seluruh Indonesia.
Pemerintah mengimbau agar KPM pemegang KKS di BRI, BNI dan bank lainnya secara rutin mengecek saldonya.
Namun, perlu diingat bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap dan tidak serentak di semua wilayah, sehingga bagi KPM yang belum menerima diminta bersabar sambil memantau perkembangan.
Hingga 2 November 2025, progres penyaluran tahap IV PKH dan BPNT masih berada di bawah 50 persen secara nasional.
Dari empat bank penyalur utama, BSI mencatat pencapaian tertinggi untuk
PKH (43 %) dan BPNT (21 %).
Bank Mandiri mengikuti dengan PKH 37 % dan BPNT 34 %.
Sedangkan BRI dan BNI masih mencatatkan aktivitas penyaluran yang sangat awal, masing-masing baru sekitar 1 % untuk PKH maupun BPNT.
Kondisi ini menunjukkan bahwa skema distribusi masih berjalan dan bergantung pada kesiapan data KPM serta instruksi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos).
Di samping itu, pemerintah telah menyiapkan dua jenis bantuan sosial tambahan, yaitu
Bantuan beras sebanyak 20 kg dan minyak goreng 4 liter yang ditujukan bagi 18,2 juta KPM di seluruh Indonesia.
Tahap awal penyaluran bantuan pangan ini telah dilaporkan diterima di sejumlah wilayah seperti Sorong (Papua), Papua Barat dan Jambi.
Di Aceh, undangan pengambilan dari Perum Bulog telah mulai dikirimkan ke KPM. Bagi penerima, sangat penting untuk menunggu surat undangan resmi agar proses pengambilan berjalan tertib sesuai jadwal.
Selain itu, penyaluran BLT Kesra senilai Rp 900.000 juga tengah berlangsung di berbagai daerah.
Bantuan ini tidak otomatis diterima oleh semua KPM PKH atau BPNT, melainkan ditujukan bagi warga dengan kategori kesejahteraan
Desil 1 hingga Desil 4 menurut penyajian data Kemensos.
KPM disarankan mengecek status desil mereka melalui aplikasi resmi “Cek Bansos” sebelum melakukan pengecekan saldo atau datang ke kiosk bank penyalur.
Dengan semua lini bantuan mulai bergerak, kesempatan penyaluran bansos tahap IV dan bantuan pangan tambahan menghadirkan optimisme bagi jutaan keluarga penerima manfaat.
Namun begitu, kondisi masih dinamis dan bergantung pada pemutakhiran data serta kesiapan bank dan pemerintah daerah.
KPM diimbau terus memantau saldonya secara berkala melalui ATM, agen bank, atau e-Warong dan memastikan bahwa data mereka telah terverifikasi agar pencairan tidak tertunda.
Pemerintah menegaskan bahwa proses akan berlangsung sampai Desember 2025 untuk menjangkau seluruh penerima yang memenuhi syarat.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi