Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menkeu Purbaya Setujui Indonesia Borong 42 Unit Jet Tempur Chengdu J-10, Ini Harga dan Kelebihannya

Nugroho Wisnu Adi • Selasa, 21 Oktober 2025 | 00:33 WIB
Penampakan Jet Tempur Chengdu J-10. (Wikipedia)
Penampakan Jet Tempur Chengdu J-10. (Wikipedia)

RADARSEMARANG.ID - Indonesia dikabarkan semakin serius mendatangkan pesawat tempur Chengdu J-10 buatan China sebagai tambahan kekuatan TNI Angkatan Udara.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bahkan menegaskan bahwa jet tempur itu akan segera datang ke Tanah Air.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan rencana Kemenhan tentang pembelian jet tempur Chengdu J-10.

Bahkan, anggaran untuk pengadaan 42 unit Vigorous Dragon tersebut sudah disiapkan pemerintah senilai 9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 149,5 triliun.

Secara hitungan sederhana, rata‑rata biaya per unit (termasuk paket dukungan, logistik, pelatihan, dan infrastruktur) bisa mencapai sekitar US$214 juta atau sekitar Rp3,54 triliun per unitnya.

"US$9 miliar kalau nggak salah atau lebih. Saya lupa angkanya. Tapi sudah disetujui, jadi harusnya udah siap semua," tegas Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara.

Jet tempur Chengdu J‑10 akan menjadi andalan baru militer Indonesia. Chengdu J10C sejauh ini baru dioperasikan Angkatan Udara China dan Angkatan Udara Pakistan. 

Melansir berbagai sumber, J-10 yang dijuluki Vigorous Dragon merupakan jet tempur multirole generasi 4++ yang dikembangkan Chengdu Aircraft Corporation (CAC). Jet ini didesain dengan sayap delta dan canard, serta menggunakan satu mesin turbofan, menjadikannya sangat lincah di udara.

Sebagai pesawat multiperan, Chengdu J-10 dapat melaksanakan berbagai misi, mulai dari pertempuran udara-ke-udara hingga serangan ke sasaran di darat. J-10 hadir dalam beberapa varian, seperti J-10A, J-10B, J-10B, dan J-10S.

Dalam pertempuran itu, beberapa laporan menyebut bahwa J-10CE milik Pakistan digunakan secara langsung melawan jet-jet tempur India, termasuk Rafale buatan Prancis yang selama ini menjadi kebanggaan Angkatan Udara India.

Pertempuran udara itu kemudian menjadi bahan pembahasan internasional karena menandai untuk pertama kalinya pesawat tempur buatan China terlibat dalam duel nyata melawan pesawat Barat kelas atas.

Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima pesawat India, di antaranya tiga Rafale. Klaim ini awalnya dianggap propaganda, tetapi beberapa laporan dari pejabat Amerika Serikat dan media internasional, termasuk South China Morning Post, menyebutkan bahwa setidaknya satu Rafale memang diyakini berhasil ditembak jatuh oleh J-10 menggunakan rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15. 

Ini merupakan tambahan terbaru dalam rencana akuisisi jet tempur Indonesia yang beragam. Sebelumnya, Indonesia menandatangani kontrak dengan Turki untuk membeli 48 jet tempur Kaan, bersama dengan kontrak terpisah dengan Prancis untuk 42 jet Rafale.

Terlepas dari kesepakatan itu, Indonesia tetap jadi stakeholder dalam program jet KF-21 Boramae Korea Selatan, meski keterlibatannya terganggu masalah pembayaran dan potensi kebocoran informasi ke Korea Utara. Indonesia juga sedang berunding dengan AS untuk jet F-15EX setelah menunda rencananya untuk membeli Su-35 Rusia.

Chengdu J-10 bisa menjadi tambahan strategis yang memperkuat posisi Indonesia di kawasan, sekaligus menandai era baru modernisasi armada tempur TNI yang tidak tergantung dengan armada tempur buatan AS atau negara-negara barat.




 

Editor : Baskoro Septiadi
#Menkeu #Aircraft Technician #su-35 #menteri pertahanan #Purbaya Yudhi Sadewa #menteri keuangan #angkatan udara #Chengdu J 10 #Rafale #jet tempur #tni au #Rusia #kementerian pertahanan