RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ada suasana berbeda di ruang-ruang kelas SMP IT PAPB Semarang, Jumat (10/10). Biasanya, para guru yang berdiri di depan kelas memberikan pelajaran.
Namun kali ini, para orang tua siswa mengambil alih peran sebagai guru sehari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kelas Inspiratif, sebuah agenda tahunan yang dirancang untuk menghadirkan sinergi antara sekolah dan keluarga dalam pendidikan karakter serta pengenalan dunia kerja.
Program tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 secara serempak mulai pukul 07.25 hingga 09.00 WIB.
Setiap kelas diisi oleh orang tua siswa yang datang dari berbagai latar belakang profesi. Mulai dari dokter umum, dokter gigi, dokter rehabilitasi medik, pegawai BMKG, pegawai bank, hingga karyawan dari PT Semen Nusantara.
"Tujuannya, agar siswa mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai berbagai bidang pekerjaan dan memahami pentingnya persiapan diri sejak dini untuk mencapai cita-cita mereka," ujar Salah satu orang tua yang menjadi narasumber, Ervian Ikhe Widowati.
Ia yang merupakan pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Demak ini hadir di kelas 8B.
Dirinya memberikan materi tentang pentingnya identitas diri dan dokumen kependudukan dengan tema "Super Hero Data : Mengenal Identitas dan Masa Depanmu".
"Saya menjelaskan kepada anak-anak tentang arti penting identitas diri, seperti KTP, yang menjadi pintu gerbang legal menuju masa depan mereka. Identitas itu bukan sekadar kartu, tapi bagian penting dari kehidupan yang berhubungan dengan pendidikan, pekerjaan, hingga layanan publik," ungkap Ervian.
Dalam sesi tersebut, Ervian tidak hanya memberikan penjelasan teoritis, tetapi juga berbagi pengalaman praktis di tempat kerjanya.
Seperti, cara mengurus KTP baru, penanganan dokumen hilang, serta proses perpindahan domisili.
Agar suasana kelas lebih hidup, ia juga menambahkan permainan interaktif dan memberikan doorprize bagi siswa yang aktif bertanya.
"Kami ingin suasananya santai tapi bermakna. Anak-anak sangat antusias, banyak yang bertanya tentang bagaimana prosedur membuat KTP dan kenapa identitas itu penting bagi masa depan mereka," tambahnya.
Menurut Ervian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga mempererat hubungan antara orang tua dan sekolah.
Anak-anak bisa mengenal profesi orang tua teman-teman mereka, memahami peran setiap pekerjaan dalam masyarakat, dan mendapatkan inspirasi baru tentang cita-cita mereka di masa depan.
"Pengetahuan tidak hanya datang dari guru, tapi juga dari pengalaman orang tua. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak bisa lebih terbuka dan termotivasi untuk belajar, serta memahami langkah-langkah yang harus mereka ambil untuk mencapai impian mereka," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP IT PAPB Ramelan menyatakan adanya program tersebut memang sengaja dibentuk sebagai keterlibatan aktif orang tua dalam pendidikan anak.
Melalui program paguyuban orang tua siswa dan guru serta kegiatan kelas inspiratif, para orang tua diberi kesempatan berbagi pengalaman dan motivasi sesuai profesinya masing-masing.
“Kami percaya, sekolah hebat itu orang tuanya juga terlibat. Orang tua menjadi mitra kami dalam membentuk karakter dan semangat belajar anak,” tutur Ramelan.
Program ini menjadikan hubungan antara guru, siswa, dan orang tua terjalin erat, menciptakan suasana pendidikan yang harmonis dan saling mendukung. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi