RADARSEMARANG.ID, Semarang—Perjalanan Parmin Sastro Wijono merintis usaha penuh liku.
Hampir serupa dengan perjuangan hidupnya sejak muda.
Terlahir di Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Parmin tumbuh di lingkungan yang memandang sebelah mata pendidikan formal dan lebih menganjurkan kawin di usia dini.
Tekadnya untuk sekolah harus berhadapan dengan larangan orang tua.
Usai lulus SD, ia bahkan sempat gagal tes masuk SMP karena kesalahan mengisi nomor ujian, yang ia yakini karena tidak adanya restu.
Namun tekadnya tak pupus. Dengan nekat, ia merantau ke Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang untuk bersekolah di MTs sambil ngenger atau menumpang hidup dengan membantu segala pekerjaan rumah dan kebun keluarga yang menampungnya.
"Tidak apa-apa, yang penting saya bisa sekolah," kenangnya tentang masa-masa sulit itu.
Cita-citanya menjadi guru agama pun kandas karena lagi-lagi tak diizinkan orang tua. Ia pun pulang kampung dan menemukan jalannya melalui aktivitas di masjid.
Titik baliknya terjadi ketika pria kelahiran Karanganyar, 29 Maret 1967 ini memberanikan diri menjadi khatib dadakan, yang akhirnya membawanya merintis pengajian dan TPA (Taman Pendidikan Alquran).
Perjuangannya membangun tempat ibadah ini menarik perhatian filantropis Santosa Doellah yang kemudian membangunkan Masjid An-Nur, masjid pertama di desanya.
Dari sini, semangatnya untuk maju kembali menyala, hingga akhirnya bisa merintis karier dari nol sebagai sales asuransi dan menapaki tangga karier hingga menjadi direktur utama.
Kesadaran untuk memberdayakan keluarganya yang banyak berpendidikan rendah kemudian mendorongnya mendirikan Sate Lawu pada 2017, yang menjadi cikal bakal sedikitnya 31 usaha The Lawu Group di bidang pariwisata dan kuliner.
Dalam menjalani bisnis dan hidup, Parmin berpegang teguh pada prinsip kebermanfaatan.
Filosofi Jawa urip iku urup, yang artinya hidup itu harus bisa menerangi, menjadi kompas utamanya.
“Bagi saya, kesuksesan tidak diukur dari materi semata, tetapi seberapa besar dampak positif yang bisa diberikan kepada orang lain,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Dalam konteks bisnis, prinsip ini diterjemahkan menjadi bisnis yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga harus membawa keadilan, transparansi, dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat, mulai dari karyawan, mitra, hingga masyarakat luas.
Nilai-Nilai Islam
Bagi suami Endang Sri Lestari ini, menjalankan bisnis dengan nilai-nilai Islam berarti menjadikan syariat Islam sebagai landasan utama. Ini bukan sekadar label "halal", tetapi sebuah pendekatan komprehensif yang mempertimbangkan aspek moral dan keadilan dalam setiap aktivitas bisnis.
Praktiknya, The Lawu Group secara ketat menghindari segala bentuk maisir (judi), gharar (ketidakjelasan), dan riba.
Di level operasional, The Lawu Group hanya menyediakan produk yang halal, tidak menyediakan alkohol, dan tidak memfasilitasi tempat-tempat maksiat.
“Nilai ta'awun atau tolong-menolong dalam kebaikan juga kami terapkan, baik dalam kemitraan bisnis maupun tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar,” katanya.
Ditanya tips dalam menghadapi kegagalan dalam berbisnis, Parmin membagikan tiga langkah utamanya.
Pertama, adalah ridha, yaitu menerima dengan ikhlas bahwa kegagalan adalah bagian dari ujian dan fase yang harus dilalui.
Kedua, melakukan muhasabah atau evaluasi diri secara mendalam untuk menemukan akar penyebab kegagalan tersebut.
"Kenapa terjadi kegagalan? Apa yang salah?" ujar dia.
Setelah itu, lanjut Parmin, langkah ketiga adalah fokus pada solusi.
"Fokus ke solusi agar bisa bangkit, mungkin memperbaiki manajemen, memperbaiki hal yang tidak benar," jelasnya.
Dengan tiga tahap ini, kegagalan tidak dilihat sebagai akhir, tetapi sebagai batu pijakan untuk bangkit lebih kuat.
Modal Networking
Menurut Parmin, modal utama dalam merintis usaha bukanlah uang, tetapi jaringan atau networking.
"Kita tidak bisa sendiri. Networking merupakan hal mutlak," tegasnya. Ia mengibaratkan jaringan seperti sabda Rasulullah SAW, bahwa sesama mukmin bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan. “Selain itu, semangat untuk terus belajar dan berbagi ilmu juga menjadi modal intangible yang sangat berharga dalam membangun usaha yang berkelanjutan,” jelasnya.
Parmin secara aktif membangun jaringan bisnis dengan beberapa strategi konkret.
Pertama, dengan memperbanyak silaturahim dan ikut terlibat dalam komunitas-komunitas yang relevan dengan bidang usahanya, seperti Kadin, Komunitas Pengusaha Muslim, Masyarakat Ekonomi Syariah, Komunitas Peternak Domba Indonesia, hingga Paguyuban Kuliner Tawangmangu.
Kedua, ia menekankan pentingnya saling mendukung dan berbagi ilmu (sharing) dengan rekan-rekan di komunitas tersebut.
"Kalau kita punya ilmu, harus sharing karena bisa membangun jaringan baru," ujar ayah dari Mintari Nur Aziza dan Adinda Rohadati Aisy ini.
Tak hanya itu, ia juga memanfaatkan media sosial secara aktif dan bijak untuk memperluas dan menjaga koneksi yang telah dibangun.
Sementara itu, di luar kesibukannya mengurus The Lawu Group, waktu Parmin banyak diisi dengan aktivitas sosial dan dakwah.
Ia aktif terlibat dalam pembinaan beberapa pondok pesantren, seperti menjadi Pembina Muslimah Qur’anic Center (MQC) Al-Aziz dan Pembina Pondok Al Jawi Al Ilmi.
Selain itu, ia juga diamanati untuk membina lembaga yang berfokus pada pemberdayaan, seperti Entrepreneur Leadership Islamic Boarding School dan FORMAQIN (Forum Mahasiswa Quran dan Ilmu Pengetahuan) yang bergerak dalam pemberdayaan ekonomi pesantren-pesantren.
Aktivitas-aktivitas ini menunjukkan konsistensinya dalam mengamalkan prinsip urip iku urup.
Bagi Parmin, menerima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2025 kategori Pengusaha Lokal Inovatif yang Mengelola Bisnis Berbasis Nilai-Nilai Islam, justru menjadi pengingat akan tanggung jawab yang lebih besar.
Ia menyebut penghargaan ini sebagai "tamparan" agar dirinya dan The Lawu Group terus berbenah dan meningkatkan kinerja.
Harapannya ke depan, The Lawu Group dapat semakin berkontribusi secara nyata bagi kemajuan masyarakat, bangsa, negara, dan tentunya agama.
"Sehingga urip iku urup, karena bisa memberi kebermanfaatan," pungkasnya. (arif riyanto)
Properti The Lawu Group
Daya Tarik Wisata
- The Lawu Park
- Sakura Hills
- Tawangmangu Wonder Park
- Merbabu Park
- Silayur Park
- Tuntang Farm House
- Kemuning Sky Hills
- Spekta Merbabu
- The Bentar Beach
- Ngargoyoso Waterfall
- Goa Rong View
- Mentari Ocean View
- Tirto Gumarang Park
- The Sinsu Park
- The Kopeng Park
Restoran
- Sate Lawu
- De Kemoening Resto
- Lawu Kala Senja
- Andong Valley
- 2020mdpl Highest Café
- Saung Lawu
- Kampoeng Seafood
- Sewu Crito Café
- Ocean View Café
- Saung Sinsu
- Waroeng Makan Mbah Broto
- Sate Lemu
- Mitis Highland Café
Pusat Oleh-Oleh
- Makutoromo Tourism Center
- Makutoromo Probolinggo
- Makutoromo Sinsu Wonosobo
Editor : H. Arif Riyanto