Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

SPBU Swasta Tolak BBM yang Mengandung Etanol, Apa Dampaknya Pada Kendaraan Kita?

Sulistiono • Jumat, 3 Oktober 2025 | 17:37 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID - Sejumlah perusahaan SPBU swasta seperti BP dan Vivo, kompak membatalkan recana pembelian BBM yang diimpor pihak Pertamina, menyusul isu kandangan etanol dalam BBM yang diimpor tersebut. 

Awalnya Vivo dan BP sepakat akan membeli BBM yang diimpor Pertamina, namun dengan syarat BBM yang dimpor itu  'bahan mentah' tersebut benar-benar murni alias tak dicampur-campur.

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar mengungkapkan, kedua SPBU swasta itu membatalkan niatnya membeli BBM yang diimpor Pertamina karena ada kandungan etanol.

"Isu yang disampaikan rekan-rekan SPBU ini adalah mengenai konten, kontennya itu ada kandungan etanol dimana secara regulasi itu diperkenankan ethanol dalam jumlah tertentu kalau tidak salah sampai 20 persen, nah sedangkan ada etanol 3,5 persen nah ini yang membuat kondisi teman-teman SPBU swasta untuk tidak melanjutkan pembelian karena konten etanol tersebut," ungkap Achmad.

Sementara itu, Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun berkilah  kandungan etanol dalam produk BBM merupakan praktik yang lazim di kalangan perusahaan migas dan berlaku secara internasional.

"Penggunaan BBM dengan campuran etanol hingga 10% telah menjadi best practice di banyak negara seperti di Amerika, Brasil, bahkan negara tetangga seperti Thailand, sebagai bagian dari upaya mendorong energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon,"kilah Robert.

Lantas apa dampak dari penggunaan etanol yang dicampur dalam BBM untuk kendaraan kita baik roda dua maupun roda empat?

Penggunaan etanol untuk campuran BBM kendaraan, sebenarnya diperbolehkan. Etanol merupakan alkohol yang diproduksi dari fermentasi dan penyulingan tebu, molase, atau biji-bijian bertepung seperti singkong dan jagung.

Berdasar laman Car From Japan, etanol telah digunakan di negara-nefara industri sebagai bahan bakar yang berdiri sendiri atau dicampurkan ke bensin untuk meningkatkan oktan sekaligus mereduksi emisi karbon.

Ketika dicampur ke BBM seperti pertalite, kadar oktan memang meningkat sekitar 3-5 unit. Indikator peningkatan oktan itu membuat pembakaran di mesin menjadi lebih baik. Tidak heran bila perusahaan di industri BBM keap mencari aditif dengan tujuan meningkatkan kadar oktan BBM.

Tapi etanol berbeda dari aditif karena bisa dianggap sebagai bahan bakar sendiri. Etanol memiliki kadar oktan tinggi yakni 108-109. Makanya ketika dicampur BBM dia bisa meningkatkan oktan dari BBM itu sendiri.

Selain tiu, etanol memiliki kandungan oksigen yang bisa membantu pembakaran di mesin jadi lebih sempurna. Konsumsi BBM juga bisa dihemat sekaligus meminimalisir emisi gas karbon selama mesin menyala.

Namun ada beberapa pendapat terkait penggunaan etanol pada campuran bensin terutama digunakan pada kendaraan.

Dari banyak sumber ahli otomotif menilai, bensin dengan campuran etanol rendah dari E2-E10 dapat digunakan pada mesin mobil dan sepeda motor tanpa masalah.

"Dengan penggunaan etanol rasio 5%, penggunaan E5 dan bensin biasa secara bergantian tidak memiliki dampak ke mesin," demikian bunyi statementnya.

Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS Mulai Oktober 2025 Cair Lewat Kantor Pos

Di lain sisi, ada juga yang menganggap penggunaan etanol memiliki dampak buruk ke mesin. Dilansir laman PennState Extension, bensin tidak larut dalam air, tetapi etanol larut.

Oleh karena itu, etanol dapat menyerap kontaminan yang tidak diserap oleh bensin dan mungkin menumpuk kontaminan tersebut di dalam mesin kendaraan, menyebabkan filter atau injektor tersumbat.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan kinerja mesin yang signifikan jika tidak segera ditangani.

Pada kendaraan yang sudah berumur, sistem bahan bakarnya cenderung lebih lemah. Adanya kandungan etanol justru bisa membuat sistem jadi rusak, menyusut, yang mengakibatkan kebocoran.

Beberapa kasus dilaporkan, mesin menjadi overheat saat menggunakan BBM dengan kandungan etanol.

Selain itu, BBM yang dicampur dengan etanol berkadar tinggi juga bisa merusak komponen yang terbuat dari logam, karet, plastik, dan juga polimer karena kandungan alkoholnya sangat korosif.

 Baca Juga: Jalan Tembongraja-Salem Sudah Mulus, Emak-emak Ucapkan Terima Kasih ke Ahmad Luthfi

Sistem injeksi juga bisa mengalami gangguan. Perlu diingat gangguan muncul bila kadar etanol terlalu besar.

Nah itu dia hasil penelitian terkait penggunaan etanol yang dicampur kedalam BBM untuk kendaraan kita. 

Ada yang tidak menimbulkan masalah untuk kendaraan kita, namun ada juga yang menyebutkan bakal menimbulkan kerusakan mesin pada jangka waktu tertentu. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
#vivo #bbm impor #SPBU Swasta #Etanol #BBM #pertamina #bbm pertamina #BP #dampak