RADARSEMARANG.ID, Semarang—Motif batik Mega Mendung jadi ciri khas kain batik Cirebon, Jawa Barat yang berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat melalui produk ekonomi kreatif.
Simbol Motif Mega Mendung
Mega mendung dikenal dengan simbol kesabaran, ketenangan, dan juga pengendalian diri. Motifnya tergambar berbentuk awan bergelombang yang memiliki makna filosofis. Bentuk awan itu memiliki makna keleluasaan berpikir serta keteguhan hati.
Warna biru yang mendominasi juga memiliki makna berupa kedamaian dan keteduhan. Kain batik bermotif Mega Mendung ini menjadi cerminan jati diri bagi warga Jawa Barat khususnya Cirebon.
Sejarah Motif Mega Mendung
Motif Mega Mendung ini mendapatkan pengaruh budaya Tiongkok yang memadukan nilai lokal dan nilai asing, kemudian lahirlah sebuah motif yang khas. Pelestarian motif Mega Mendung ini terus dilakukan sejak masa Kesultanan Cirebon pada abad ke-16, hingga saat ini.
Melalui pernikahan Sunan Gunung Jati dan Putri Ong Tien asal Tiongkok juga menjadi salah satu sejarah dari lahirnya motif Mega Mendung. Para pengrajin batik mulai menuangkan budaya Cina ke dalam karyanya, namun tetap mempertahankan ciri khas Cirebon.
Perkembangan Motif Batik Mega Mendung
Melalui adanya sentra batik di pesisir, Desa trusmi menjadi pusat sentra industry batik yang berhasil memproduksi batik keraton dan juga motif-motif batik lainnya, seperti motif batik Mega Mendung. Para penduduk yang juga menjadi pengrajin batik di Trusmi, biasanya membuat batik untuk jarik, sarung, ikat kepala hingga sarung bantal.
Pemerintah Jawa Barat melestarikan motif ini melalui para pengrajin batik hingga tembus ke kanca internasional. Upaya lain yang dilakukan adalah dengan melibatkan motif batik Mega Mendung dalam festival budaya, pameran, hingga pelatihan membatik bagi generasi muda. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan batik Mega Mendung sebagai warisan budaya serta sebagai nilai ekonomi kreatif untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat.
Harga Kain Batik Motif Mega Mendung
Mengutip dari website BT Batik Trusmi, kain-kain batik bermotif Mega Mendung ini dihargai sekitar Rp. 100.000 hingga jutaan rupiah, tergantung dari teknik pembuatannya.
- Batik dengan teknik cap dibandrol dengan harga Rp. 150.000 hingga Rp. 300.000 persatu lembar kainnya.
- Batik dengan Teknik tulis dibandrol dengan harga Rp. 500.000 hingga jutaan rupiah.
Baca Juga: Sarif Kakung Minta Pemda Menumbuhkan Regenerasi Perajin Batik di Jateng
Melestarikan batik bukan hanya tugas seorang pengrajin, tapi juga kita semua sebagai generasi penerus. Mari turut menjaga warisan budaya negeri ini dengan membeli dan memakai batik di kehidupan sehari-hari. Motif batik Mega Mendung khas Cirebon merupakan salah satu bukti dari warisan budaya berbentuk benda yang memiliki makna filosofis dan sejarah yang patut dijaga.
Mari jadikan batik sebagai identitas bangsa dan kebanggaan negeri ini. Tak hanya soal gaya, tapi juga simbol cinta tanah air. Dengan memakai batik, kita berhasil menunjukkan budaya Indonesia yang memiliki daya tarik dan tak lekang oleh zaman. (mg18)
Editor : Baskoro Septiadi