Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Gen Z Enggan Melakukan Tepuk Sakinah, Penghulu Bilang Begini

Shufaira • Kamis, 2 Oktober 2025 | 21:11 WIB
Tepuk sakinah menjadi fenomena
Tepuk sakinah menjadi fenomena

RADARSEMARANG.ID, Semarang Belakangan ini media sosial sedang dihebohkan dengan fenomena "Tepuk Sakinah".

Berdasarkan video-video yang beredar di TikTok, memperlihatkan momen unik di Kantor Urusan Agama (KUA) saat pasangan calon pengantin mengikuti bimbingan pranikah.

Dalam sesi bimbingan tersebut, petugas KUA mengajak pasangan calon pengantin untuk mempraktikkan tepuk sakinah.

Tepuk ini dilakukan dengan penuh semangat, sambil mengucapkan poin-poin pilar keluarga sakinah.

Tepuk sakinah ini kemudian menjadi perhatian warganet. Banyak yang menganggapnya unik sekaligus lucu, terutama di kalangan Gen Z yang belum menikah.

Akan tetapi, reaksi mereka justru beragam.

Alih-alih merasa terhibur, sebagian Gen Z justru merasa takut dan malu. Membayangkan jika suatu hari mereka diminta untuk melakukan tepuk sakinah di depan umum. 

Bahkan beberapa di antaranya mengatakan bahwa hal ini membuat mereka semakin takut untuk menikah. 

Tidak hanya takut menghadapi urusan rumah tangga, tetapi juga karena harus melewati momen tepuk sakinah terlebih dahulu.

Menanggapi hal tersebut, pihak KUA pun melakukan klarifikasi. 

Melalui video TikTok yang diunggah oleh akun @masfaizar, selaku penghulu KUA, Muhammad Faiz Arrauhi, menjelaskan bahwa tidak ada kewajiban untuk melakukan tepuk sakinah bagi calon pengantin.

"Tepuk sakinah ini hanya ice breaking dalam peristiwa kegiatan bimbingan perkawinan, yang wajib diikuti itu adalah bimbingan perkawinannya," ungkap Faiz melalui video yang diunggah pada akun pribadinya.

Faiz menjelaskan bahwa tepuk sakinah ini merupakan sarana untuk mempermudah menghafalkan lima poin pilar keluarga sakinah bagi setiap calon pengantin.

Berikut 5 poin pilar keluarga sakinah yang terdapat pada tepuk sakinah.

1. Berpasangan (zawwaj)

Poin ini bertujuan agar setiap calon pengantin sadar bahwa setelah menikah, mereka bukan lagi individu yang berjalan sendiri, melainkan sudah berpasangan. Jadi, segala hal yang akan dilakukan perlu dipikirkan bersama. Seperti dalam QS. Ar-Rum ayat 21.

2. Janji Kokoh

Seperti dalam QS. An-Nisa ayat 21, perjanjian yang kuat, agung, dan kokoh. Akad nikah bukan sekadar ijab dan qabul, melainkan sebuah ikatan yang kuat dan sakra di hadapan Allah.

Poin ini bertujuan untuk menjadi pengingat bahwa pernikahan bukan main-main. Ada tanggung jawab besar yang harus digenggam erat bagi suami dan istri. Dengan janji kokoh, setiap pasangan diharapkan bisa saling menjaga kepercayaan, menepati komitmen, dan tidak mudah goyah saat menghadapi ujian pernikahan. 

3. Prinsip Saling (Saling Cinta, Hormat, Jaga)

Prinsip ini harus senantiasa tumbuh dalam rumah tangga, agar merasakan sakinah ketenangan dan kedamaian hati pada kehadiran diri pasangan. 

Baca Juga: Menpan RB Rini Widyantini Ungkap Hal Ini Terkait Kenaikan Gaji PNS, Masih Perlu Hitung-hitungan Anggaran

4. Ridho

Poin ini bertujuan agar setiap pasangan harus saling menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, serta ikhlas dalam menjalani kehidupan berumah tangga bersama. Allah akan menghapus segala kekurangan yang ada pada diri pasangannya apabila mereka selalu mensyukuri setiap kelebihan dari pasangannya.

5. Musyawarah untuk Sakinah

Perdebatan dalam berumah tangga merupakan hal yang wajar. Ketika ada masalah segera musyawarahkan.

Keluarga sakinah bukanlah keluarga yang terhindar dari masalah, tetapi ketika terjadi suatu masalah, justru hal tersebut dapat menjadi pembelajaran untuk menjadi lebih dewasa. 

Musyawarah berarti membiasakan diri untuk saling berbicara, mendengar, mencari jalan keluar, dan memutuskan sebuah keputusan secara bersama. 

Jika kelima poin pilar keluarga sakinah ini sudah dijalankan, Insya Allah akan tercipta kehidupan rumah tangga yang maslahat atau rumah tangga yang mendatangkan kebaikan dan mencegah keburukan.

Reaksi dari warganet menanggapi video yang diunggah oleh penghulu tersebut pun beragam. Banyak yang menanggapinya dengan berbagai candaan di kolom komentar. 

"Segitunya KUA meyakinkan gen Z," tulis akun @naylaghinats_.

"Jangan terkecoh ini hanya akal-akalan KUA," komentar akun @novisriutami19.

Candaan dan reaksi dari warganet ini semakin membuat "Tepuk Sakinah" ramai diperbincangkan.

Tepuk sakinah ini tidak sekadar menjadi hiburan bagi warganet, tapi juga menjadi sarana menambah pengetahuan mengenai bimbingan pranikah, khususnya poin pilar keluarga sakinah.

Meskipun tidak diwajibkan oleh KUA, apakah kamu tertarik untuk melakukan "Tepuk Sakinah" bersama dengan pasanganmu? (mg21)

Editor : Baskoro Septiadi
#kua #tepuk sakinah #Gen Z #Menikah