RADARSEMARANG.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) terus melanjutkan komitmen dalam menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat Indonesia.
Pada akhir September hingga awal Oktober 2025, pemerintah akan mulai menyalurkan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap keempat.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, program ini dilakukan dalam empat tahap pencairan.
Saat tahap ketiga masih berlangsung, Kemensos sudah melakukan persiapan matang untuk pencairan tahap 4.
Fokus utama bukan hanya kelancaran penyaluran, tetapi juga akurasi data penerima bansos agar tepat sasaran.
Sebelum pencairan dilakukan, Kemensos melakukan verifikasi dan validasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Proses ini menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), baik secara administratif maupun melalui cek lapangan langsung.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa bansos benar-benar diterima oleh keluarga miskin yang layak, bukan mereka yang sudah memiliki penghasilan cukup.
Jadwal pencairan PKH dan BPNT tahap 4:
Waktu pencairan: akhir September – awal Oktober 2025
Sasaran: Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sesuai hasil verifikasi terbaru
Verifikasi Lapangan untuk 12 Juta Penerima
Salah satu langkah besar yang dilakukan Kemensos adalah verifikasi lapangan (ground check) terhadap 12 juta penerima bansos.
Menteri Sosial Saifulah Yusuf menegaskan bahwa banyak data penerima dinilai tidak sesuai, bahkan ada yang berstatus pegawai dengan penghasilan layak, seperti pegawai BUMN, dokter, hingga pengacara.
Untuk mendukung langkah ini, lebih dari 33.000 pendamping PKH dikerahkan di seluruh Indonesia. Mereka bertugas memastikan penerima bansos sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Hasil verifikasi sementara menunjukkan sekitar 1,9 juta penerima bansos ternyata tidak memenuhi syarat. Data mereka akan dialihkan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan.
Selain itu, Kemensos bersama PPATK menemukan lebih dari 600.000 penerima bansos terindikasi bermain game online terlarang.
Status bantuan dicabut bagi penerima yang tidak layak.
Kesempatan terakhir diberikan kepada penerima miskin yang terjerat game online, asalkan tidak mengulangi kesalahan.
Temuan Data & Langkah Koreksi Kemensos
Baca Juga: Kapan BSU Cair Lagi? Ini Update Terbaru Bantuan Subsidi Upah September 2025
Dalam proses verifikasi, Kemensos menemukan dua jenis masalah utama:
Inclusion Error → orang yang tidak berhak tetapi masuk daftar penerima.
Exclusion Error → orang yang berhak menerima tetapi tidak masuk daftar.
Langkah koreksi yang sudah dilakukan Kemensos:
Mengalihkan bantuan kepada lebih dari 2 juta KPM.
Menyalurkan kembali bansos bagi 9,5 juta penerima PBI JK (Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan).
Melakukan koreksi terhadap 628.000 penerima bansos yang terindikasi bermain game online.
Menghapus 138.000 KPM dengan pekerjaan layak dari daftar penerima.
Meluluskan (graduasi) 7.854 KPM karena kondisi ekonominya sudah lebih baik.
Kemensos berupaya keras agar bansos tahap keempat tahun 2025 dapat tersalurkan dengan adil dan tepat sasaran.
Dengan verifikasi lapangan untuk 12 juta penerima, koreksi data, serta kebijakan khusus bagi penerima bermasalah, diharapkan bantuan benar-benar sampai ke keluarga miskin yang membutuhkan.
Program ini tidak hanya meringankan beban masyarakat miskin, tetapi juga meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik terhadap penyaluran bansos di Indonesia.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi