RADARSEMARANG.ID - Masih ingat dengan Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, yang sempat membuat heboh publik karena ucapannya yang di nilai kontroversial dan bikin malu partainya PDI Perjuangan?.
Dalam video yang sebenarnya di unggah pada bulan Juni lalu itu, Wahyudin Moridu yang tengah menyetir mobil bersama seorang perempuan yang belakangan di ketahui pacar gelapnya sempat mengeluarkan kata-kata yang di nilai tidak pantas di ucapkan seorang anggoa dewan yang terhormat.
"Kita rampok aja uang negara ini. Kita habiskan aja biar negara ini semakin miskin."ucap Wahyudin yang di timpali suara tertawa perempuan yang ada di sebelahnya.
Sontak ucapannya itu menuai beragam hujatan dari publik yang menilai acapan Wahyudin itu tidak hanya melukai masyarakat tapi juga menciderai jabatannya sebagai anggota DPRD, sekaligus mempermalukan nama partainya, PDI Perjuangan.
Wahyudin mengaku aksi konyolnya itu dilakukan di bawah pengaruh minuman keras, sehingga dirinya tidak bisa mengontrol ucapan dan tindakannya.
Dan, meski Wahyudin Moridu sudah mengakui perbuatannya dan meminta maaf ke publik, namun itu tak bisa menyelamatkan dirinya dari sanksi pemecatan dari partainya.
Setelah videonya viral, PDI Perjuangan yang mengusung Wahyudin Moridu sebagai anggota dewan mengeluarkan langkah tegas, memecat Wahyudin sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Langkah pemecatan ini merupakan sanksi terberat dari PDI Perjuangan terhadap kadernya yang duduk sebagai anggota dewan, karena dianggap telah menjatuhkan nama baik dan citra partai.
Kini, setelah di pecat sebagai anggota DPRD, Wahyudin kembali mendapat sorotan, setelah tayangan sebuah video yang memperlihatkan dirinya kembali bekerja sebagai sopir dan buruh. Profesi yang pernah di tekuninya sebelum menjabat sebagai anggota DPRD.
Dalam sebuah video yang dibagikan oleh istrinya, ia terlihat memamerkan penghasilannya sebagai kuli angkut semen dan arang sebesar Rp 200.000
Wahyudin juga menyebutkan bahwa penghasilan sebagai sopir hanya berkisar Rp150.000 per hari.
Meskipun menghadapi tantangan baru, ia tetap optimis dan berusaha memulai kembali kehidupannya dari awal.
Netizen juga menyoroti harta kekayaannya yang menurun drastis pasca di pecat sebagai anggota dewan.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Wahyudin menunjukkan bahwa total kekayaannya minus Rp 2 juta.
Sementara sang istri, Mega Nusi, menyatakan meski suaminya pernah berselingkuh dan kini dalam kondisi terpuruk, dia tetap memberikan dukungan penuh kepada suaminya itu.
"Saya tetap akan mendukung suami dalam menjalani kehidupan baru tanpa jabatan politik dan akan selalu mendampingi dalam setiap langkah yang diambil."cetus Mega Nusi dalam video yang dibagikannya.
Wahyudin Moridu adalah salah satu contoh, bagaimana perilaku dan ucapan yang tidak terkontrol bisa membawa dampak buruk dan kehancuran, apalagi bagi seorang pejabat atau tokoh.
Salah ucap, salah bertindak yang dapat menyebabkan rakyat terluka maka bersiaplah publik akan menghukum dengan beragam komentar "hujatan".
Dan, kehilangan jabatan akan menanti, kehilangan kehormatan dengan segala kemewahan yang selama ini di nikmati. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi