Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Populasi Tak Terkontrol, Spesies Ular Asli Asia Tenggara ini Jadi Hama Invasif di Amerika Serikat

Aby Genta Putra Prasetya • Kamis, 18 September 2025 | 23:06 WIB
Populasi Tak Terkontrol, Spesies Ular Asli Asia Tenggara ini Jadi Hama Invasif di Amerika Serikat
Populasi Tak Terkontrol, Spesies Ular Asli Asia Tenggara ini Jadi Hama Invasif di Amerika Serikat

RADARSEMARANG.ID - Spesies invasif merupakan spesies yang bukan berasal suatu daerah tertentu namun populasinya membludak karena kurangnya predator yang mampu mengendalikan populasinya.

Tentunya dengan perkembangan masif dari spesies yang bukan dari daerah asalnya, ini disinyalir dapat merugikan keanekaragaman satwa lokal.

Biasanya dengan adanya keberadaan satwa invasif, membuat populasi fauna lokal makin terdesak dan perlahan menjadi punah di habitat aslinya.

Seperti sebuah kasus invasi spesies yang terjadi di kawasan Florida, Amerika Serikat. Uniknya, spesies yang menjadi biang utama kerusakan rantai makanan disana merupakan satwa asli wilayah Asia Tenggara, yang dapat kita temui di Indonesia.

Spesies tersebut adalah Burmese Python atau biasa kita sebut sebagai ular piton atau sanca. Ular berukuran besar ini menjadi satwa yang menginvasi kawasan rawa-rawa di Florida, AS.

Persebaran asli ular ini merupakan ular asli Asia Tenggara, ia dapat ditemukan dari Indonesia keatas hingga beberapa di daratan Pakistan, kecuali Filipina.

Menurut Florida Fish and Wildlife Conservation Commision (FWC), satwa ini berkembang biak dengan cepat di wilayah perairan seperti di Everglades, Florida Selatan.

Jumlah Sanca Burma yang membludak diketahui telah mengakibatkan banyak binatang-binatang lokal asli wilayah dari berbagai jenis mamalia, burung hingga reptil menyusut dengan drastis.

Dalam salah satu jurnal, disebutkan bahwa 99% populasi rakun dan 87.5% bobcat (kucing hutan) di Florida menurun akibat dimangsa oleh ular sanca.

Awalnya, spesies ular ini didatangkan jauh-jauh dari Asia Tenggara mulai pada tahun 1970-an sebagai bagian dari penjualan satwa eksotik yang marak di Amerika kala itu.

Namun, karena banyak faktor seperti kelalaian pemilik, pelepasliaran secara sengaja ataupun sebab dari bencana angin tornado yang kerap melanda wilayah tersebut.

Menyebabkan ular-ular sanca ini mulai lepas dan akhirnya masuk ke ekosistem hutan dan perairan rawa di kawasan Everglade Florida.

Baca Juga: Anak Gajah Sumatera Populer di Riau Ditemukan Mati, Netizen Ungkap Rasa Kehilangan

Untuk menyelesaikan masalah overpopulasi yang merugikan ekosistem lokal di Florida, pihak berwajib termasuk FWC dan South Florida Water Management District (SFWMD) yang secara aktif mulai mengatur populasi Ular Sanca Burma.

Dengan cara melegalkan perburuan Ular Sanca Burma dalam kuota tertentu serta bekerjasama dengan pemburu profesional untuk memburu dan menangkap ular-ular ini setiap tahunnya.

Source: Florida Fish and Wildlife Conservation Commision, National Invasive Species Information Center

Editor : Baskoro Septiadi
#Ular Asli Asia Invasif di Amerika #Ular Invasif di Amerika #Spesies Invasif #Spesies Ular Asia Tenggara #Spesies Invasif di Amerika Serikat