Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Grab Hadirkan Pendampingan Nyata untuk Mitra Korban Kerusuhan

Adityo Dwi Riyantoto • Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:10 WIB
Grab Hadirkan Pendampingan Untuk Mitra Korban Kerusuhan
Grab Hadirkan Pendampingan Untuk Mitra Korban Kerusuhan

RADARSEMARANG.ID - Jakarta diguncang kerusuhan pada 28-29 Agustus 2025 yang merenggut korban, baik korban jiwa dan luka-luka. 

Di tengah tragedi, tiga pengemudi Grab menjadi korban. Kisah duka mereka bukan sekadar angka statistik, melainkan cerita tentang luka, kehilangan, dan solidaritas nyata yang hadir tepat di saat paling dibutuhkan.

Mereka adalah ujung tombak ekonomi digital yang menghidupi denyut nadi ibu kota. Ribuan pengemudi ojek online (ojol) melintasi jalanan dengan jaket khasnya, mengantarkan pesanan dan penumpang.

Namun, di balik kemandirian mereka, tersimpan kerentanan yang nyata. Risiko itu menjadi kenyataan pahit dalam kerusuhan akhir Agustus 2025, dimana tiga mitra Grab menjadi korban, dua luka-luka serius dan satu meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi ujian nyata bagi komitmen perusahaan terhadap mitra-mitranya. Dan dalam ujian itu, respons Grab hadir bukan hanya sebagai prosedur corporat, melainkan sebagai bentuk pendampingan yang manusiawi dan konkret.

Korban 1: Aji Pratama, Tertembak Peluru Karet Saat Berhenti Kerja Pada Jumat sore, 29 Agustus 2025, Aji Pratama baru saja menyelesaikan pengantaran pesanan GrabFood.

Saat hendak menemui rekannya di sekitar lokasi demo, nasib nahas menimpanya. Sebuah peluru karet menghantam wajahnya, menyebabkan luka serius di bagian hidung. Ia pun dilarikan ke RSUD Tarakan.

Respons Grab berlangsung cepat. Hanya dalam hitungan jam, perwakilan perusahaan sudah berada di rumah sakit. Mereka memastikan Aji mendapat penanganan terbaik: operasi hidung segera dijadwalkan, seluruh biaya perawatan dan administrasi rumah sakit ditanggung penuh. Tim Grab juga rutin mendampingi keluarga setiap hari, meringankan beban di tengah situasi yang mencemaskan.

Korban 2: Moh Umar Amarudin, Terinjak-injak dalam Dorongan Massa Sehari sebelumnya,Kamis malam 28 Agustus 2025, Moh Umar Amaruddin tengah menunggu rekannya di Jakarta Barat. Tiba-tiba, situasi ricuh terjadi. Dorongan massa yang panik membuatnya terjatuh dan terinjak-injak, mengakibatkan patah tulang rusuk yang mengharuskannya dioperasi di RS Pelni.

LagI-lagi, tim Grab hadir di rumah sakit hingga dini hari. Bantuan mereka tidak setengah-setengah: membenahi administrasi, memastikan kelancaran perawatan, hingga mengganti ponsel Umar yang hilang saat kejadian agar ia bisa kembali bekerja nanti. Bantuan finansial juga diberikan untuk menopang kebutuhan keluarga yang berjaga.

Korban 3: Affan Kurniawan, Meninggal Dunia dalam tragedi beruntun kisah paling memilukan datang dari AlmarhumAffan Kurniawan. Malam 28 Agustus 2025, ia menjadi korban tabrakan kendaraan taktis.

Nyawanya tidak tertolong meski sempat dilarikan ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kepergiannya meninggalkan duka yang dalam, terutama bagi keluarga dan sesama rekan ojol, mengingat Affan adalah mitra dua platform: Grab dan Gojek.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, manajemen Grab hadir langsung ke rumah duka di Menteng. Mereka menyampaikan belasungkawa, memberikan santunan, mengirimkan karangan bunga, dan yang terpenting, hadir dalam prosesi pemakaman. Pendampingan hukum juga disiapkan untuk keluarga. Kehadiran perwakilan Gojek turut memperlihatkan solidaritas lintas platform yang langka.

Komitmen di Atas Transaksi "Perlindungan Nyata untuk Mitra" Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy menegaskan, komitmen perusahaan dalam pernyataannya. Grab Indonesia hadir bukan hanya sebagai perusahaan, tetapi sebagai bagian dari perjuangan mitra pengemudi Grab.

"Kami berdiri bersama mereka untuk memastikan keadilan ditegakkan dan hak-hak mereka terlindungi.” ujarnya

Ia menambahkan, pihak Grab menyadari, tidak ada angka atau santunan apa pun yang dapat menggantikan rasa sakit dan kehilangan. Namun, yang bisa kami lakukan adalah memastikan keluarga tidak menghadapi beban itu sendirian.

Dukungan Grab dapat dirangkum dalam tiga bentuk nyata:

1. Penanganan Medis: Biaya operasi dan perawatan Aji dan Umar ditanggung sepenuhnya.

2. Bantuan Material & Finansial: Santunan untuk keluarga Affan, penggantian ponsel Umar, dan bantuan hidup sehari-hari.

3. Pendampingan Hukum & Moral: Kehadiran rutin di rumah sakit dan pemakaman, serta penyediaan pendampingan hukum.

Pelajaran dari Duka Tragedi ini adalah pengingat kelam tentang betapa rentannya profesi pengemudi ojol yang setiap hari berhadapan dengan risiko jalanan dan dinamika sosial.

Namun, di balik duka, lahir pelajaran berharga tentang makna solidaritas yang sesungguhnya. Bantuan yang tepat waktu, pendampingan yang tulus, dan komitmen untuk tidak membiarkan mitra berjuang sendirian adalah nilai-nilai yang membangun ekosistem gotong royong digital yang lebih manusiawi.

Bagi Aji, Umar, dan keluarga Affan, luka dan duka mungkin belum berakhir. Tetapi, kehadiran dan dukungan nyata dalam hari-hari terberat mereka telah membuktikan bahwa di balik segala transaksi di aplikasi, ada ikatan kemanusiaan yang jauh lebih kuat. (*/dit/web)

Editor : Baskoro Septiadi
#Grab