Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Wiwitan Tandur Pari Tradisi Mengawali Tanam Padi di Demak, Simbol Pemulihan 512 hektar Sawah Terdampak Banjir

Khafifah Arini Putri • Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:32 WIB
Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra menanam padi menggunakan mesin rice transplanter dalam kegiatan Wiwitan Tandur Pari dan Sinergi Bersama di Demak.
Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra menanam padi menggunakan mesin rice transplanter dalam kegiatan Wiwitan Tandur Pari dan Sinergi Bersama di Demak.

 

RADARSEMARANG.ID, Demak - Sebanyak 512 hektare lahan sawah yang sebelumnya tergenang banjir di Kabupaten Demak, kini sudah mulai digunakan kembali. Saat ini sudah ada 231 hektar yang telah ditanami padi.

Momentum ini ditandai dengan kegiatan Wiwitan Tandur Pari yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bersama Bank Indonesia Jateng, Pemkab Demak, dan berbagai pihak lain.

Wiwitan Tandur Pari ini sebagai tindak lanjut penanganan sawah terdampak banjir di Kabupaten Demak.

Kegiatan ini menandai dimulainya kembali proses tanam padi pada lahan yang sebelumnya tergenang banjir.

Suasana di hamparan sawah Desa Dukun terasa berbeda ketika Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, bersama Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra, ikut menanam padi menggunakan mesin rice transplanter.

Alat modern ini mampu mempercepat proses tanam sehingga lebih efisien dibanding cara manual.

Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi pertanian juga diperlihatkan melalui penggunaan drone untuk menebar pupuk. Inovasi ini mendapat perhatian petani karena pupuk bisa disebarkan merata dan jauh lebih cepat.

Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra menyampaikan pemulihan lahan sawah akibat banjir terus digalakkan. Kini progresnya sudah terlihat.

"Dampak dari upaya pemulihan yaitu lahan bekas banjir seluas 231,90 hektare sudah kembali ditanami padi, sementara proses persemaian tengah berlangsung untuk rencana tanam pada Musim Tanam (MT) I di area seluas 223,11 hektare," jelas Rahmat.

Jumlah itu berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah (Jateng). Luas lahan sawah yang tertanami ialah 231 hektar.

Terdiri dari Desa Dukun 148 hektar, Desa Klitih 41 hektar, Desa Pidodo 12 hektar, dan Desa Kedunguter 30,9 hektar.

Sementara lahan sawah dalam proses persiapan tanam atau persemaian dan rencana tanam MT 1 seluas 223,114 hektar. Meliputi Desa Dukun 37,77 hektar, Desa Klitih 88,73 hektar, dan Desa Pidodo 96,61 hektar.

Ia menambahkan banjir sempat menekan pasokan beras sehingga mendorong inflasi. Sebab itu penanganan lahan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi beras ke depannya.

“Dalam dua bulan terakhir, beras masuk lima besar penyumbang inflasi Jawa Tengah. Namun normalisasi saluran irigasi di Karangtengah (Demak) sudah menunjukkan hasil, genangan surut, dan petani mulai kembali menanam,” imbuhnya.

Sementara Wagub Jateng Taj Yasin menegaskan pentingnya peran Demak dalam menjaga ketahanan pangan. Sebab wilayah ini menjadi daerah terbesar penyumbang beras di Jateng.

“Kabupaten Demak memberikan kontribusi sebesar 6,7 persen terhadap produksi padi Jawa Tengah di tahun 2024, dan naik menjadi 8,89 persen pada Januari–Juli 2025 atau setara 1,41 persen dari produksi nasional,” ungkap Taj Yasin.

Sementara Kepala Distanbun Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, mencatat banjir merusak 512 hektare sawah dengan potensi kehilangan 2.867 ton padi senilai Rp 18,6 miliar.

Menurutnya berkat kolaborasi berbagai pihak ini sebanyak 231,9 hektare sawah kini sudah ditanami padi, sementara 223 hektare lainnya sedang dipersiapkan.

Ditambah adanya teknologi pertanian modern dan semangat gotong royong, Demak diharapkan segera pulih sebagai lumbung pangan Jawa Tengah.

“Dengan penanganan genangan, Karangtengah berpotensi kembali menanam tiga musim dalam setahun, sehingga pendapatan masyarakat bisa pulih hingga Rp 55,89 miliar,” katanya. (kap)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Kabupaten Demak #rice transplanter #wagub jateng #bank indonesia jateng #Rahmat Dwisaputra #Wakil Gubernur Jawa Tengah #lahan sawah #JAWA TENGAH #musim tanam (MT) #distanbun jateng #Taj Yasin Maimoen