RADARSEMARANG.ID - Rencana kenaikan anggaran untuk program insentif bagi penghafal kitab suci dan guru agama lintas keyakinan di provinsi Jateng, butuh pengawalan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng.
Rencananya insentif Rp250 miliar pada tahun ini, akan dinaikkan menjadi Rp300 miliar pada 2026.
“Nanti pada tahun depan juga kita berencana tambahkan insentif kepada guru-guru agama yang ada di Jawa Tengah," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).
Menurut Gus Yasin, siapa saja yang menghafalkan kitab suci, Pemerintah Provinsi Jateng akan memberikan insentif. Akan tetapi sampai saat ini baru yang masuk (terdata) para penghafalkan Al-Qur'an.
Begitu juga, pemberian insentif terhadap guru-guru lintas agama di Jateng. Jumlah penerimanya mencapai 250 ribu sekian penerima terdata, dan masih ada yang belum terakomodasi.
"Untuk kita naikkan jumlah penerimanya, sehingga penghormatan kita kepada agama yang ada di Jawa Tengah benar-benar kita wujudkan. Hal tersebut, sudah disepakati oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.," katanya.
Lebih lanjut, untuk program-program lain kepemimpinannya bersama Gubernur Ahmad Luthfi, dia mengatakan ada capaian lain, yakni terdapat penurunan angka pengangguran terbuka.
Begitu pula dengan akselerasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat yang diakselerasi melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling) oleh Pemprov Jateng sudah menjangkau langsung kalangan masyarakat.
Diakuinya, capaian-capaian tersebut masih banyak kekurangan, dan Pemerintah Provinsi Jateng tidak mungkin bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menyukseskan program-program yang dicanangkan.
"Kami juga membuka ruang-ruang diskusi, dan saya yakin bapak Ibu sekalian yang hadir saat ini memiliki wawasan politik yang cerdas, baik, dan amanah. Sehingga kita bisa bersama-sama mencari solusi pada setiap permasalahan yang ada,” tandasnya.
Semetara itu, Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Jateng, Hadi Santoso, mengapresiasi kepemimpinan substansial enam bulan pertama kepemimpinan Ahmad Luthfi dn Taj Yasin di Jateng. Salah satunya, pemberian intensif penghapal Al Qur'an dan guru agama.
"Kami siap sukseskan program pemerintah dengan pembangunan berlandaskan semangat Bhineka Tunggal Ika. Kami akan jadi mitra kritis Pemprov Jateng. Ini bagian kecil pekerjaan rumah yang masih banyak. Kami terus suarakan keresahan masyarakat dan siap jadi bagian jembatan pemerintah dan masyarakat pada umumnya," katanya. (dit)
Editor : Baskoro Septiadi