RADARSEMARANG.ID - Aksi demo puluhan ribu warga Pati di depan kantor Bupati Pati, pada Rabu (13/8/25) yang berakhir rusuh hingga kini masih menjadi perbincangan tak hanya warga Pati namun masih menjadi isu hangat nasional.
Salah satu kabar yang masih beredar di tengah masyarakat adalah informasi jatuhnya korban jiwa demonstran dalam bentrokan antara massa dengan aparat Kepolisian.
Sebelumnya sempat beredar informasi tiga orang meninggal dunia dalam aksi demo yang di picu kebijakan Pemkab Pati yang menaikkan tarif Pajak Bumi Bangunan (PBB) perkotaan dan pedesaan itu.
Ketua Komisi D DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo, bahkan sempat mengabarkan jatuhnya korban jiwa ke awak media. Bahkan, Ketua DPRD Pati, Ali Badrudi juga sempat turut menyampaikan duka cita.
Namun, kabar tewasnya warga yang terlibat dalam aksi demonstrasi menuntut Bupati Pati, Sudewo mundur itu tidaklah benar alias hoax.
Pihak Kepolisian setempat telah melakukan penelusuran ke sejumlah Rumah Sakit dan fasilitas kesehatan di seluruh Pati.
"Tidak ada korban meninggal dalam aksi kemarin, kita sudah pastikan ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan"ungkap Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto.
Kabar adanya korban jiwa dalam demo juga di bantah pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, yang merilis korban dalam aksi demo adalah korban luka-luka, tidak ada korban meninggal dunia.
Dinas Kesehatan Pati mengungkapkan ada 64 korban luka-luka yang di rawat di rumah sakit pasca bentrokan antara massa dan aparat Kepolisian.
Dinkes Pati merinci 40 orang dirawat di RSUD RAA Soewondo, empat orang di Klinik Marga Husada, dan satu orang di Klinik Pratama PMI. Kemudian, tujuh orang di RS Keluarga Sehat dan 12 orang dirawat di lokasi.
Sebagian besar mengalami luka-luka mendapat rawat jalan dan enam orang masih menjalani rawat inap.
Korban luka-luka tak hanya di alami para demonstran namun juga aparat Kepolisian yang mengamankan aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Pati.
Satu orang anggota Polri atas nama Iptu Heru Purnomo, Kapolsek Pati Kota juga masih menjalani rawat inap akibat luka serius di bagian kepalanya akibat terkena lemparan benda keras. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi