Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kronologi Anggota TNI Prada Lucky Tewas Diduga Dianiaya Seniornya, Sang Ayah Ternyata Juga Tentara

Deka Yusuf Afandi • Jumat, 8 Agustus 2025 | 17:35 WIB

 

Prada Lucky Cepril Saputra Namo
Prada Lucky Cepril Saputra Namo

 

 

RADARSEMARANG.ID – Seorang anak tentara yang bernama Prajurit Dua atau Prada Lucky Cepril Saputra Namo dinyatakan meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama 4 hari sejak Sabtu (2/8/2025) lalu.

Prada Lucky Cepril Saputra Namo dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Padahal Prada Lucky Cepril Saputra Namo baru dua bulan menjadi anggota TNI AD.

Menurut keterangan keluarga, meninggalnya Prada Lucky Cepril Saputra Namo menimbulkan banyak pertanyaan, sebab terdapat luka di bagian punggu korban diduga dianiaya oleh seniornya.

Saat jenazah Prada Lucky tiba di Bandara El Tari membuat haru serta isak tangis keluarga termasuk kedua orang tua Prada Lucky.

Ayah Prada Lucky sendiri juga merupakan anggota TNI aktif tidak menerima atas meninggalnya anaknya tersebut.

Dengan penuh emosi, ayah korban yang bernama Sersan Mayor (Serma) Kristian Namo dengan secara tegas menuntut keadilan dan hukuman yang setimpal bagi pelaku jika dugaan penganiayaan terbukti.

Ia menyatakan akan menempuh jalur hukum dan menggunakan haknya sebagai warga negara untuk memastikan penyebab kematian anaknya diusut secara transparan.

Dia menyampaikan, korban mulai mengikuti pendidikan di sekolah calon tamtama (Secatam) TNI AD di Singaraja, Bali sejak Februari 2025.

Pada Akhir Mei 2025 Lucky pulang setelah dilantik menjadi anggota TNI AD dan tiga bulan menjalani pendidikan.

Jenazah Prada Lucky pun telah dibawa dari Nagekeo ke Kupang pada Kamis (7/8/2025) dan saat ini disemayamkan di rumah duka di Asrama Tentara Kuanino.

"Saya tuntut keadilan, kalau bisa semua dihukum mati biar tidak ada Lucky-Lucky yang lain, anak tentara aja dibunuh apalagi yang lain," kata Kristian di kamar jenazah Rumah Sakit Wirasakti, Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia mengaku memang tak memiliki kekuatan, tapi keadilan harus tetap ditegakkan dan harus tetap berani dengan segala situasi.

"Keadilan pasti Tuhan akan mendukung yang penting berani, saya tidak takut siapapun kecuali Tuhan," ucapnya.

Kristian yakin anaknya meninggal akibat dianiaya oleh rekan-rekannya sesama anggota TNI Angkatan Darat di asrama Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM).

Disamping itu, menurut paman korban, Rafael menuturkan Lucky baru saja baru lulus TNI pada Februari 2025.

Menurutnya, ibu Lucky juga sempat menghadiri pelantikan keponakannya itu di Rindam IX Udayana, Singaraja, Bali, pada Juni 2025.

Setelah resmi menjadi prajurit TNI, Lucky sempat menggelar acara syukuran bersama keluarga dan teman-temannya di Kupang. Setelah acara itu, Lucky berangkat ke Nagekeo, NTT, untuk bergabung dengan satuannya.

"Dia (Lucky) orangnya pendiam, tidak angkuh atau sombong," imbuh Rafael.

Sementara itu Kepala Penerangan Resort Militer 161 Wirasakti Kupang, Mayor Inf. I Gusti Komang Surya Negara mengatakan bahwa kasus tersebut sedang dalam penyelidikan dari Polisi Militer Angkatan Darat.

"Untuk sementara dalam penyelidikan dari POM, mohon waktunya," kata Surya Negara.

Editor : Baskoro Septiadi
#anak tentara #viral anak tentara tewas #anak tentara tewas #Kristian Namo #prada luck #viral hari ini #VIRAL #Baru Dua Bulan Menjadi Seorang Tentara #Prada Lucky Cepril Saputra Namo