RADARSEMARANG.ID, RYU KINTARO, bocah berusia 9 tahun, menjadi trending topic di media sosial X setelah video "wejangan" bisnisnya tentang menjadi perintis memicu diskusi sengit.
Dalam video yang dikutip pada Jumat (25/7/2025), Ryu dengan percaya diri menyatakan, "Yang paling seru itu justru hidup sebagai perintis. Nggak ada yang nunjukin arah, nggak ada yang ngejamin hasil. Justru itu letak asiknya."
Pernyataan yang terdengar dewasa ini menuai pujian atas pola pikirnya, namun juga memicu skeptisisme warganet yang mengaitkan kesuksesannya dengan latar belakang keluarga mapan.
Siapakah sebenarnya Ryu Kintaro?
Ryu, yang dikenal sebagai YouTuber dengan 1,2 juta subscriber, telah menunjukkan bakat wirausaha sejak usia dini.
Ia mengelola merek jamu Tjap Nyonya Kaya di Gading Serpong, Tangerang, yang meraup omzet Rp1 miliar per tahun, menjual lebih dari 66.000 botol jamu kekinian seperti Kunyit Asam dan Kembang Telang.
Pada usia 7 tahun, ia pernah berjualan ayam krispi dan susu segar menggunakan mobil Lexus keluarganya, sebuah momen yang juga viral.
Prestasinya sebagai runner-up South East Asia Young Entrepreneur X Factor 2025 semakin mengukuhkan statusnya sebagai perintis muda.
Namun, keberhasilan Ryu memicu pertanyaan: apakah ini murni bakat atau didukung privilege?
Terungkap bahwa Ryu adalah putra Christopher Sebastian, CEO Makko Group, perusahaan otomotif yang menjadi importir kaca film 3M dan pemilik merek karpet mobil First Class serta produk perawatan Topcoat.
Dukungan finansial dan bimbingan dari keluarga mapan ini menjadi sorotan warganet, yang berdebat tentang peran lingkungan dalam kesuksesannya.
Sebagian memuji semangat wirausaha Ryu, sementara lainnya menilai kutipannya tentang perintis lebih mudah diucapkan karena fasilitas yang ia miliki.
Kisah Ryu Kintaro menjadi cerminan perdebatan abadi antara bakat dan privilege.
Meski begitu, semangatnya sebagai perintis di usia muda, ditambah dengan kemampuan mengubah jamu tradisional menjadi tren Gen Z, tak bisa dipungkiri.
Ryu mengingatkan kita bahwa bakat yang luar biasa, didukung oleh kesempatan dan lingkungan yang tepat, dapat menciptakan inovasi yang menginspirasi.
Editor : Tasropi