Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tega! Ayah Kandung di Sayung Demak Paksa Anaknya Minum Air WC, Ternyata Kecanduan Judi Online

Deka Yusuf Afandi • Kamis, 24 Juli 2025 | 16:34 WIB

 

Potongan video yang memperlihatkan si anak meminum air dari closed WC.
Potongan video yang memperlihatkan si anak meminum air dari closed WC.

 

RADARSEMARANG.ID – Di momen Hari Anak Nasional 2025 masih ada anak yang belum mendapatkan kebahagiaan di lingkungan keluarga. Hal ini terbukti yang dialami oleh AUH, bocah yang masih berusia 5 tahun.

AIH ini dipaksa oleh ayah kandungnya sendiri dengan disuruh untuk minum air WC. Ayah kandung yang berinisial ENC (43) merupakan warga Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Tak hanya disuruh minum air WC, AUH juga di aniaya. Bahkan videonya pun tersebar di media sosial salah satunya di akun instagram @jpradarsemarang.

Dalam video memperlihatkan sang anak di marahi dan di suruh untuk minum air WC.

Perbuatan keji ENC ini dilatarbelakangi oleh kecanduan judi slot online dan rasa cemburu terhadap istrinya, LS, yang bekerja sebagai buruh pabrik.

Dalam kondisi emosi dan penuh kemarahan, ENC menyiksa anaknya dengan cara yang tidak manusiawi, termasuk memaksanya meminum air dari tampungan closed WC dan menampar wajah mungil anaknya setiap kali sang istri tak merespons panggilan teleponnya.

Mirisnya tindakan kekerasan tersebut direkam sendiri oleh pelaku menggunakan ponselnya diduga sebagai bentuk ancaman dan teror terhadap istrinya. Video penyiksaan itu kemudian beredar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik.

Tak tahan melihat anaknya menjadi korban, LS langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. ENC sempat melarikan diri usai perbuatannya viral, namun berhasil ditangkap pada Selasa, 22 Juli 2025 di wilayah Kabupaten Jepara.

Kasatreskrim Polres Demak, AKP Kuseni, membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak.

“Benar, kami dari pihak kepolisian membenarkan adanya dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi pada tanggal 22 Juli 2025 sekitar pukul 21.00,” kata AKP Kuseni, saat ditemui di Kantornya, Rabu, 23 Juli 2025.

Saat ini, baik korban maupun pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian.

"Anak korban sudah kami bawa ke pemeriksaan medis dan psikologis. Sementara pelaku juga sedang kami dalami keterangannya. Proses penyelidikan masih berjalan, dan nanti akan kami sampaikan hasil lengkapnya dalam rilis resmi kepada rekan-rekan media," ujar Kuseni.

Saat ini, korban AIH telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis serta pendampingan psikologis untuk memulihkan traumanya.

Sementara itu, pelaku E masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Demak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Baik terhadap pelaku dan anak, sedang kami lakukan pemeriksaan. Lengkapnya akan kami sampaikan setelah pemeriksaan selesai," katanya.

Kasus ini menjadi ironi yang menyakitkan, mencuat ke publik tepat pada Hari Anak Nasional yang seharusnya menjadi momentum untuk merayakan dan melindungi hak-hak anak.

Peristiwa di Demak ini menambah panjang catatan kelam tentang anak-anak yang menjadi korban tak berdaya di tengah konflik orang dewasa.(dka)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#viral demak #demak viral #viral guru Demak #kasus guru Demak #Desa Gemulak #viral facebook #Hari Anak Nasional 2025 #kasus guru madrasah demak #Ayah Kandung Paksa Anaknya Sendiri Minum Air WC #Dukuh Karangmalang #viral hari ini #viral guru Madin demak #guru madrasah Demak dituntut #Hari Anak Nasional #Sayung #VIRAL #Hari Anak Nasional (HAN)