Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dedi Mulyadi Cuek Didemo Pelaku Wisata, Tegas Beri Jawaban Begini

Sulistiono • Selasa, 22 Juli 2025 | 19:46 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak bergeming meski di demo menuntut di cabutnya SK Larangan Study Tour. (YT KDM)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak bergeming meski di demo menuntut di cabutnya SK Larangan Study Tour. (YT KDM)

RADARSEMARANG.ID - Ratusan pelaku usaha pariwisata yang terdiri dari jasa tour & travel, sopir bus, guide dan pengusaha bus pariwisata, menggelar demo di depan kantur Gubernur Jawa Barat, Gedung Sate, kota Bandung, Jawa Barat.

Mereka bahkan menutup ruas jalan di jembatan Pasupati, saat menyampaikan tuntutan kepada Dedi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk mencabut larangan study tour bagi siswa di provinsi Jawa Barat. 

Aksi demo itu tidak hanya di ikuti para pelaku usaha pariwisata di Jawa Barat, tapi juga pelaku usaha wisata di Yogyakarta yakni Lava Tour Merapi, Sleman. 

 Baca Juga: Menunggu Dua Tahun Guru PPPK Tak Kunjung Dimutasi, Rela Tempuh Jarak 550 Kilometer Cilacap-Rembang Untuk Mengajar

Mereka berasalan SK larangan Gubernur Jawa Barat itu membuat pendapatan mereka sebagai pelaku usaha wisata mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Menanggapi aksi demo yang menuntut kebijakannya di cabut, Dedi Mulyadi dalam unggahan di media sosialnya dengan enteng mengatakan, aksi demo yang dilakukan para pelaku wisata itu semakin menunjukkan bahwa acara study tour selama ini hanya sekadar kegiatan piknik.

"Bisa dibuktikan yang berdemonstrasi adalah para pelaku jasa kepariwisataan. Dan kemudian yang demonstrasi ternyata juga mendapat dukungan dari asosiasi jip di daerah Yogyakarta, terutama jip yang melakukan pengangkutan di Gunung Merapi. Bukan hanya orang dari Jawa Barat yang demo, tetapi juga dari Yogyakarta," tunjuk Dedi.

Dedi menambahkan, pelaku usaha pariwisata itu mendemo kegiatan pariwisatanya sementara SKnya mengatur larangan study tour. 

"Mereka mendesak saya mencabut SK larangan study tour. Yang protes itu adalah kegiatan pariwisata. SK saya adalah SK study tour. Yang dilarang itu adalah kegiatan study tour," kilahnya.

 Baca Juga: Pengukuhan Guru Besar UIN Salatiga Minim Karangan Bunga, Empat Profesor Diarak Pakai Dokar

Dedi Mulyadi tak bergeming, dengan tetap melanjutkan kebijakannya, untuk mengurangi beban orang tua siswa yang selama ini terbebani dengan beaya study tour. 

"Jadi sikap saya akan tetap berpihak pada kepentingan rakyat banyak menjaga kelangsungan pendidikan dan mengefesienkan pendidikan dari beban biaya yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan karakter dan pertumbuhan pendidikan Panca Waluya," ujarnya.

Namun tak lupa, Gubernur Jawa Barat itu berdoa industri pariwisata terus tumbuh  sehingga, yang banyak berkunjung adalah turis asing yang memiliki uang dan murni ingin berwisata, bukan orang-orang yang berpenghasilan pas-pasan dengan alasan study tour. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
#turis #Piknik #SK #pelaku usaha wisata #study tour #lava tour merapi #gubernur jawa barat dedi mulyadi #dedi mulaydi