RADARSEMARANG.ID, Yogyakarta – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengirimkan lima mahasiswanya untuk mengikuti KKN Nusantara.
Kelima mahasiswa itu bergabung dengan ratusan mahasiswa lain dari 34 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia untuk membaur di berbagai titik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pelepasan ratusan mahasiswa untuk KKN Nusantara ini dilepas oleh Bersama pimpinan 34 PTKIN di area outdoor PAU dan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.
Acara pelepasan pada Senin 7 Juli 2025 ini diawali dengan pertunjukan seni dan gema semangat dari para mahasiswa.
Dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si.
Dalam sambutannya menekankan bahwa mahasiswa hari ini harus membawa semangat revolusi bukan dalam bentuk perlawanan, tapi semangat untuk berkarya dan memajukan negeri.
“KKN adalah medan perjuangan. Ketika kalian turun ke masyarakat, jangan hanya jadi pengamat. Jadilah pelita yang menerangi sekitar. Tunjukkan bahwa mahasiswa punya peran besar dalam membangun Indonesia dari desa,” tegas beliau.
Sambutan hangat juga datang dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY (Kesbangpol) yang menyampaikan penghargaan atas semangat kolaborasi nasional yang terbangun melalui KKN ini.
Menurutnya, Yogyakarta bukan hanya istimewa karena sejarahnya, tetapi karena kekayaan budaya dan nilai-nilainya.
“Di sinilah mahasiswa belajar hidup. Jogja adalah ruang literasi agama dan budaya. Tanah ini mengajarkan kita nilai ‘memayu hayuning bawana’—menjaga harmoni dunia dengan semangat gotong royong, rendah hati, dan saling menghargai,” ungkapnya.
Dengan semangat Sawiji, Greget, Ora Munggah, mahasiswa didorong untuk total dalam pengabdian, penuh semangat, namun tetap rendah hati dan menghargai perbedaan.
KKN bukan sekadar tugas kuliah, tapi perjalanan hidup yang penuh makna.
Perwakilan Kementerian Agama RI turut hadir memberikan semangat. Dalam sambutannya, ia menyebutkan, mahasiswa yang terlibat dalam KKN Nusantara adalah agen perubahan yang akan membawa nilai-nilai kebaikan ke tengah masyarakat.
“Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Kalian akan bersentuhan langsung dengan ragam budaya, adat istiadat, dan cara hidup masyarakat. Jadikan ini ajang memperkuat kebhinekaan, menjaga etika, dan membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata,” ucapnya.
Pelepasan mahasiswa ditandai dengan prosesi simbolik yang sangat bermakna, yakni pelepasan balon dan cap tangan di atas ornamen pohon.
Hal Ini bukan sekadar simbol, tetapi wujud komitmen bersama untuk merawat negeri dan memuliakan ekoteolog membangun harmoni antara manusia, budaya, dan alam.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini menjadi saksi semangat pengabdian para mahasiswa dari seluruh penjuru negeri.
Ini bukan sekadar program pengabdian, tapi panggilan untuk terjun langsung, menyatu dengan masyarakat, dan membawa perubahan nyata.
Dengan bekal ilmu, semangat kebangsaan, dan jiwa sosial, mereka siap menyatu dengan masyarakat, belajar dari kearifan lokal, serta membawa energi baru bagi perubahan.
Lima mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang menjadi bagian dari misi besar yang membaur di berbagai titik di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah :
- Ahmad Nizar Zuhdi Al Hakimi – PBI / FITK
- Muhammad Dimas Ardini – PAI / FITK
- Irin Prihartanti– Sosiologi / FISIP
- Maghfirohtul Rika – MPI / FITK
- Dilla Rosyada – Manajemen Dakwah / FDK. (*/ida)