RADARSEMARANG.ID, Konser perpisahan legendaris Black Sabbath bertajuk Back to the Beginning yang digelar pada 5 Juli 2025 di Villa Park, Birmingham, menjadi momen bersejarah bagi penggemar heavy metal.
Namun, penampilan vokalis Disturbed, David Draiman, dalam acara tersebut memicu kontroversi besar ketika ia disambut dengan sorakan negatif (boos) dan gesture tidak ramah dari sebagian penonton.
Reaksi ini diyakini terkait dengan dukungan vokal Draiman terhadap Israel, khususnya tindakannya menandatangani rudal milik Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dengan tulisan "Fuck Hamas" pada Juni 2024.
Latar Belakang Kejadian
Konser Back to the Beginning menandai penutupan karier panggung Ozzy Osbourne dan reuni Black Sabbath di kampung halaman mereka, Birmingham, setelah 56 tahun berkarya.
Acara ini menampilkan deretan bintang metal ternama seperti Metallica, Guns N’ Roses, Steven Tyler, dan Tom Morello, yang mengkurasi penampilan supergroup untuk menghormati warisan Black Sabbath.
Draiman tampil sebagai bagian dari jam session all-star, menyanyikan cover lagu Black Sabbath “Sweet Leaf” dan lagu solo Ozzy Osbourne “Shot in the Dark,” didukung oleh musisi seperti Scott Ian (Anthrax), Nuno Bettencourt (Extreme), dan mantan bassist Megadeth, David Ellefson.
Namun, begitu Draiman memasuki panggung, sebagian dari 42.000 penonton menyambutnya dengan boos dan gesture jari tengah, seperti dilaporkan oleh Birmingham Live.
Jurnalis lokal Kirsty Bosley, yang berada di tengah kerumunan, mencatat, “David Draiman dari Disturbed bergabung dengan supergroup, namun mendapat boos besar dari penonton. Ia menuai kontroversi karena opini politiknya di media sosial, dan penonton tidak menyambutnya dengan hangat.”
Penyebab Kontroversi
Reaksi negatif terhadap Draiman tampaknya berakar dari sikap politiknya yang kontroversial, terutama dukungannya terhadap Israel dalam konflik Israel-Gaza yang sedang berlangsung.
Pada Juni 2024, Draiman mengunjungi Israel dan berpose bersama tentara IDF, bahkan menandatangani sebuah rudal artileri dengan pesan “Fuck Hamas.”
Tindakan ini memicu kecaman luas di media sosial, dengan banyak pihak yang menganggapnya tidak peka terhadap korban sipil di Gaza, di mana menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 56.000 warga Palestina telah tewas sejak eskalasi konflik pada Oktober 2023.
Draiman, yang berlatar belakang Yahudi, telah lama menjadi pendukung vokal Israel.
Ia juga pernah mengkritik artis seperti Billie Joe Armstrong dari Green Day dan Roger Waters dari Pink Floyd atas sikap pro-Palestina mereka, serta memuji Sharon Osbourne yang menyerukan pencabutan visa grup rap Irlandia Kneecap setelah mereka menyuarakan dukungan untuk Palestina di Coachella.
Tindakan-tindakan ini memperdalam polarisasi di kalangan penggemar, terutama di Eropa, di mana sentimen pro-Palestina semakin kuat, termasuk di Birmingham yang memiliki populasi Muslim signifikan.
Tanggapan Draiman
Menanggapi boos yang diterimanya, Draiman tetap melanjutkan penampilannya dengan menantang penonton, berkata, “We gonna start this?”
Ia kemudian mengunggah pernyataan di media sosial, menolak narasi bahwa ia “disoraki hingga turun panggung” seperti yang diberitakan beberapa media.
Dalam unggahannya, Draiman menulis, “Ya, ada beberapa boos saat saya masuk panggung, tapi saya datang untuk menghormati guru dan idola saya, Black Sabbath. Saya tidak akan membiarkan beberapa orang yang membenci Yahudi menghalangi saya.”
Ia juga menuduh media memanipulasi insiden tersebut untuk “memicu narasi, menghasilkan klik, dan menghasut kebencian terhadap Yahudi.”
Draiman menegaskan bahwa penampilannya berjalan sukses, dengan banyak penonton yang ikut bertepuk tangan dan menyanyi bersama.
Ia juga menyatakan bahwa Disturbed akan kembali ke Inggris untuk tur yang “sangat sukses” dan bahwa ia tetap “bangga sebagai Yahudi pro-Israel yang tidak akan terintimidasi.”
Reaksi Publik dan Media
Insiden ini memicu diskusi sengit di media sosial dan komunitas musik.
Beberapa penggemar mendukung Draiman, menganggap boos tersebut tidak adil dan mencerminkan antisemitisme.
Namun, banyak lainnya, termasuk pengguna Reddit dan X, mengecam tindakan Draiman menandatangani rudal, menyebutnya sebagai dukungan terhadap kekerasan terhadap warga sipil.
Seorang pengguna Reddit menulis, “Saya dulu menghormatinya, tapi menandatangani rudal itu keterlaluan. Ini soal kemanusiaan, bukan kebencian terhadap Yahudi.”
Di X, sentimen serupa terlihat. Akun @BrownNaila menulis, “Zionis disoraki di panggung, seperti David Draiman hari ini di konser perpisahan Black Sabbath.
Ia difoto menandatangani rudal untuk Gaza tahun lalu.” Sementara itu, akun @LetsStopC9 menyebut boos tersebut sebagai respons terhadap “glorifikasi genosida.”
Media juga menyoroti kontradiksi antara tindakan Draiman dan pesan anti-perang dalam lagu-lagu Disturbed seperti Ten Thousand Fists, yang mengkritik mesin perang.
Nu Metal Agenda menulis, “Draiman mendukung aksi militer Israel yang telah membunuh puluhan ribu warga sipil, namun liriknya sendiri menentang perang. Ini hipokrasi.”
Komentar “Tanpa Chin-Do Straps, Dia Hanya Howie Mandel”
Di tengah kontroversi, sebuah komentar di media sosial menarik perhatian: “Without his chin-do straps, he’s just Howie Mandel.”
Komentar ini merujuk pada piercing ganda di dagu Draiman, yang sering disebut “chin-do straps” karena menyerupai tali dagu.
Sindiran ini menyiratkan bahwa tanpa ciri fisik khasnya, Draiman hanyalah figur biasa, disamakan dengan Howie Mandel, komedian dan pembawa acara TV yang dikenal dengan penampilan botaknya, mirip Draiman.
Komentar ini tampaknya merupakan ejekan yang menggabungkan kritik terhadap penampilan fisik dan sikap politiknya, mencerminkan sentimen negatif dari sebagian pihak.
Dampak pada Komunitas Heavy Metal
Insiden ini menyoroti perpecahan dalam komunitas heavy metal, yang secara historis cenderung menghindari politik Timur Tengah.
Reaksi terhadap Draiman menunjukkan bahwa isu-isu geopolitik kini mulai memengaruhi dunia musik, terutama di tengah meningkatnya kesadaran publik tentang konflik Israel-Gaza.
The New Arab mencatat, “Heavy metal biasanya terpisah dari politik Timur Tengah, tapi respons penonton terhadap Draiman menunjukkan perubahan.”
Sementara itu, konser Back to the Beginning tetap menjadi perayaan megah bagi Black Sabbath, dengan penampilan memukau dari Ozzy Osbourne, yang tampil dari singgasana hitam akibat kondisi kesehatannya, serta tribut dari band-band legendaris.
Namun, kehadiran Draiman menjadi noda kecil dalam acara yang seharusnya menyatukan penggemar metal.
Kontroversi seputar David Draiman di konser perpisahan Black Sabbath mencerminkan ketegangan antara ekspresi politik pribadi dan ekspektasi publik dalam dunia musik.
Tindakannya menandatangani rudal IDF dan dukungan vokalnya untuk Israel telah mempolarisasi penggemar, dengan boos di Birmingham menjadi puncak dari ketidakpuasan tersebut.
Meski Draiman tetap teguh pada pendiriannya, insiden ini memicu pertanyaan tentang batas-batas ekspresi politik di panggung musik dan dampaknya pada warisan seorang artis. (tas)
Editor : Tasropi