RADARSEMARANG.ID, GAZA, PALESTINA – Duka mendalam menyelimuti dunia kemanusiaan setelah Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Dr. Marwan Al Sultan, beserta keluarganya tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam kediaman mereka di kawasan Tal al-Hawa, barat daya Kota Gaza, pada Rabu, 2 Juli 2025.
Serangan tersebut menewaskan total sembilan orang, termasuk istri dan anak-anak Dr. Marwan, serta menyebabkan sejumlah korban lain luka-luka.
“Dengan penuh duka yang mendalam, saya sampaikan berita yang memilukan tentang gugurnya Dr. Marwan Sultan dan keluarganya setelah terjadi serangan langsung di rumah mereka,” ujar relawan lokal MER-C di Gaza, melalui pernyataan resmi di akun X mereka, Rabu (2/7).
Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Anis Matta, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Dr. Marwan dan keluarganya.
“Dr. Marwan dan keluarganya bertahan hingga titik darah penghabisan, di tempat perjuangan yang telah berulang kali dibom dan dihancurkan. Semoga Allah SWT mencatat pahala dan syahidnya almarhum berserta keluarganya,” tulis Anis Matta di akun Instagramnya.
Kementerian Luar Negeri RI, melalui Direktur Perlindungan WNI Judha Nugraha, turut berduka dan mengonfirmasi bahwa Dr. Marwan bukan warga negara Indonesia.
Judha juga menyatakan bahwa Kemlu terus memantau perkembangan situasi di Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, yang telah berulang kali menjadi sasaran serangan sejak agresi Israel dimulai pada Oktober 2023.
Dr. Marwan Al-Sultan, seorang dokter ahli jantung ternama, dikenal atas dedikasinya memimpin RS Indonesia di Beit Lahia, Gaza utara, sejak 2016.
Rumah sakit yang dibangun melalui donasi masyarakat Indonesia ini menjadi salah satu fasilitas kesehatan utama bagi warga Jabalia, Beit Hanoun, dan Tal Azzatar.
Namun, serangan berulang telah merusak fasilitas tersebut, dengan laporan terbaru pada Mei 2025 menyebutkan generator dan sejumlah fasilitas hancur, membuat rumah sakit tidak lagi berfungsi.
Kementerian Kesehatan Gaza mengecam keras serangan ini sebagai bagian dari pola sistematis Israel menargetkan tenaga medis dan infrastruktur kesehatan.
Dalam 50 hari terakhir saja, setidaknya 70 tenaga medis tewas, dengan Dr. Marwan menjadi salah satu dari dua dokter jantung tersisa di Gaza.
Kematiannya disebut sebagai “kerugian besar” bagi sistem kesehatan Gaza yang telah rapuh akibat blokade dan konflik berkepanjangan.
Pemerintah Indonesia, melalui Kemlu, mengutuk serangan tersebut dan mengapresiasi dedikasi Dr. Marwan dalam misi kemanusiaan.
“Indonesia turut berduka atas wafatnya Dr. Marwan Al-Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza, beserta keluarganya pada tanggal 2 Juli 2025, dan mengutuk serangan Israel tersebut,” tulis Kemlu RI di akun X resmi mereka, @Kemlu_RI, Kamis (3/7/2025).
Organisasi Muslim AS, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), juga mengutuk serangan tersebut, menegaskan bahwa Israel secara sengaja menargetkan pekerja medis.
“Kami mengutuk keras pembunuhan yang dilakukan pemerintah Israel terhadap Marwan Al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, bersama keluarganya,” kata Direktur CAIR, Edward Ahmed Mitchell.
Tragedi ini menambah daftar panjang korban sipil di Gaza, dengan Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya 56.647 warga tewas sejak Oktober 2023.
Dunia kini kembali diingatkan akan krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza, dengan seruan agar komunitas internasional bertindak menghentikan agresi dan melindungi tenaga medis serta warga sipil. (tas)
Editor : Tasropi