RADARSEMARANG.ID - Presiden Prabowo Subianto sempat memprediksi potensi serangan terhadap Iran dan dampaknya terhadap stabilitas global sejak April 2025.
Dalam wawancara dengan beberapa pemimpin redaksi di Hambalang, menyatakan bahwa serangan ke Iran bisa memicu reaksi Rusia dan berujung pada Perang Dunia Ketiga.
"Amerika siap menyerang Iran, Rusia bilang jangan. Kalau diserang, hadapi Rusia. Ini sangat berbahaya. Kalau terjadi perang nuklir, kita non-blok pun tetap terdampak," ujar Prabowo.
Pernyataan itu kembali viral setelah konflik Israel-Iran memanas.
Saat ini, Rusia telah memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak membantu Israel secara langsung.
Meski AS belum terlibat langsung, Presiden Trump disebut tengah menimbang beberapa opsi.
Prabowo menekankan pentingnya persatuan dan kewaspadaan menghadapi ketegangan global yang kian meningkat.
Peningkatan ketegangan di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi serangan udara pada Minggu (22/6/26) terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Baca Juga: Iran Kritik Jerman Usai Sok Bela Israel
Trump menyatakan operasi tersebut sukses dan menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir Iran serta mencegah ancaman nuklir dari Iran.
"Kami telah menyelesaikan serangan kami yang sangat sukses terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan. Semua pesawat kini berada di luar wilayah udara Iran," kata Trump dalam sebuah unggahan di Twitter.
Dalam unggahannya itu juga Trump mengatakan, muatan penuh bom dijatuhkan di lokasi utama, Fordow.
Semua pesawat dengan selamat dalam perjalanan pulang.
Trump memberi peringatan keras agar Iran memilih jalan damai, dan mengeklaim keberhasilan militer tersebut sebagai keberhasilan yang spektakuler.
"Selamat kepada Pejuang Amerika kita yang hebat. Tidak ada militer lain di dunia yang bisa melakukan ini. Sekarang waktunya untuk perdamaian! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," tulis dia
Sebaliknya, Iran menyatakan bahwa perang telah resmi dimulai dan mengancam bahwa semua warga AS di kawasan Timteng menjadi target sah.
Meskipun awalnya membantah klaim serangan, Iran kemudian mengonfirmasi bahwa ketiga fasilitas nuklir telah dikosongkan dan sebagian area di Fordow terkena serangan udara.
Pejabat Iran menegaskan bahwa program nuklir mereka tidak bisa dihentikan hanya oleh serangan militer.
Editor : Baskoro Septiadi