RADARSEMARANG.ID - Menurut laporan dari The New York Times pada Sabtu, (20/6/25). Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah mengenalkan pasti tiga individu sebagai calon pengganti.
Sekiranya jika beliau terbunuh dalam serangan yang berkemungkinan didalangi Israel di tengah-tengah konflik yang sedang memuncak antara kedua-dua negara.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak! Rudal Iran Hantam Kawasan Teknologi Israel, 18 Orang Terluka
Maklumat ini diperoleh daripada sumber perisikan Amerika Syarikat dan Israel yang turut melaporkan bahwa Ayatollah Khamenei kini dilindungi di sebuah lokasi bawah tanah yang dipercayai sebuah bunker sebagai langkah berjaga-jaga menghadapi potensi percubaan pembunuhan.
Langkah ini diambil seiring dengan penyusunan semula kepimpinan tentera selepas beberapa komander kanan Iran terbunuh akibat serangan Israel dalam beberapa minggu kebelakangan ini.
Baca Juga: Iran Tak Omong Doang! Janji Berikan Kejutan Diwujudkan dengan Meluncurnya Misil Khorramshahr-4
Tindakan mengenal pasti pengganti lebih awal ini dianggap sebagai sebahagian daripada rancangan kelangsungan kuasa bagi menjamin kestabilan struktur pemerintahan republik tersebut sekiranya berlaku krisis kepimpinan secara tiba-tiba.
Dirinya juga mencerminkan pendekatan strategik Iran dalam memastikan kesinambungan pemerintahan walaupun berdepan dengan tekanan luar yang semakin meningkat, khususnya daripada Israel dan sekutunya.
Terlebih, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka mengancam eksistensi Khamenei setelah Iran melancarkan serangan di sebuah rumah sakit utama di Kota Beersheba, Israel, pada Kamis (19/6/2025).
“Khamenei secara terbuka memerintahkan penghancuran Israel dan serangan ke rumah sakit,” kata Katz.
Meskipun beberapa pejabat tinggi telah terbunuh, dan Teheran mengalami kerugian besar, struktur pemerintahan serta komando militer Iran tetap berfungsi.
Para pejabat dan diplomat menekankan bahwa tidak ada indikasi pembagian politik yang signifikan.
Namun, pemerintah menerapkan langkah-langkah keamanan yang ketat, termasuk perintah agar para pejabat senior dan pemimpin militer tinggal di tempat yang aman serta melarang penggunaan alat komunikasi elektronik.
Baca Juga: Ali Khamenei Ngamuk! Rudal Fatah Meluncur ke Wilayah Israel, Sebut Pertempuran Baru Dimulai
Akses internet hampir sepenuhnya dinonaktifkan dan saluran komunikasi internasional dibatasi untuk mencegah pergerakan musuh di dalam negeri.
"Dalam kondisi genting ini, internet justru digunakan untuk mengancam keselamatan dan kehidupan masyarakat," ujar Ali Ahmadinia, juru bicara Presiden Masoud Pezeshkian.
Editor : Baskoro Septiadi