RADARSEMARANG.ID - Kementerian Luar Negeri Iran mengkritik Jerman atas sikapnya yang hanya mengutuk serangan balasan Iran terhadap Israel, tanpa mengecam serangan awal yang dilakukan Israel terhadap fasilitas-fasilitas di Iran.
Juru bicara Kemenlu Iran, Esmaeil Baghaei, menyinggung sejarah kelam Jerman, menyatakan bahwa
"Berlin seharusnya diam mengingat perannya dalam memicu dua perang dunia," ungakpnya.
Esmaeil juga menegaskan bahwa Iran memiliki catatan kemanusiaan yang lebih baik.
Kementerian Luar Negeri Iran memanggil duta besar Jerman terkait pernyataan Kanselir Jerman, Friedrich Merz mengenai konflik Israel-Iran yang sedang berlangsung.
"Menyusul pernyataan Kanselir Jerman yang konyol dan memalukan dalam mendukung agresi rezim Israel, duta besar Jerman dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Iran," demikian dilaporkan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA pada Rabu, (18/0625).
Baca Juga: Serangan Israel Hantam Gedung Stasiun TV Pemerintah Iran Ketika Presenter Sedang Live
Merz membela pandangannya tentang serangan udara Israel terhadap Iran sebagai pekerjaan kotor yang dilakukan Israel untuk kita semua (negara-negara Barat).
Komentar itu dicetuskan Merz terkait program nuklir Iran, dengan menyatakan bahwa pendapatnya telah mendapat dukungan luas meskipun ada beberapa kritik yang ditujukan padanya.
Termasuk membantu pengungsi Yahudi selama era Hitler, dan menyebut pernyataan Jerman sebagai buta sejarah dan bermusuhan.
Sementara itu, Jerman dalam pernyataannya mengungkapkan keprihatinan atas eskalasi konflik. Mengecam tanggapan Iran yang dianggap membabi buta dan berbahaya, namun tidak menyentuh tindakan Israel.
Berlin juga mengkritik program nuklir Iran dan menyuarakan dukungan penuhnya terhadap Israel, menyatakan bahwa negara tersebut berhak mempertahankan diri.
Baca Juga: Iran Gempur Israel dengan Ratusan Rudal dan Drone Bersenjata, Balasan Atas Serangan Fasilitas Nuklir
Iran menolak narasi tersebut, menuduh Jerman mengabaikan fakta bahwa Israel juga memiliki senjata nuklir dan menyebut sikap Berlin tidak seimbang dan bias.
Sikap pemerintah Jerman terhadap serangan udara Israel melahirkan perbedaan yang kontras dengan sikapnya terhadap konflik internasional lainnya, terutama dalam konteks Ukraina di mana Berlin menegaskan pentingnya hukum internasional dan mengutuk pelanggaran yang dilakukan oleh Rusia.
Editor : Baskoro Septiadi