RADARSEMARANG.ID, PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan tanggapan singkat namun tegas terhadap pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah di tengah eskalasi konflik dengan Israel.
Dalam wawancara dengan wartawan pada 18 Juni 2025, ketika ditanya mengenai sikap Khamenei, Trump dengan santai berkata, "Saya bilang, 'Good luck.'"
Namun, ia menambahkan nada keras dengan menyatakan, "Khamenei benar-benar tidak tahu siapa yang sedang dia hadapi sekarang," menunjukkan sikap percaya diri dan tekanan terhadap rezim Iran.
Konteks Pernyataan Trump
Pernyataan Trump muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran, Israel, dan potensi keterlibatan AS setelah serangan udara Israel pada 13 Juni 2025 yang menargetkan fasilitas strategis Iran, termasuk area dekat kediaman Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian di Tehran.
Menurut laporan Media New York pada 14 Juni 2025, serangan ini memicu aktivitas sistem pertahanan udara selama berjam-jam di sekitar kompleks kepresidenan, menewaskan lebih dari 70 orang, termasuk komandan militer dan ilmuwan nuklir Iran.
Sebagai respons, Khamenei, dalam pidato yang disiarkan televisi pada 18 Juni 2025, menyebut serangan Israel sebagai "kesalahan besar" dan memperingatkan bahwa intervensi AS akan menyebabkan "kerusakan yang tidak dapat diperbaiki."
Ia juga memposting di platform X, menyatakan, "Pertempuran dimulai," menandakan kesiapan Iran untuk membalas.
Iran kemudian meluncurkan sekitar 30 rudal balistik ke Israel pada hari yang sama, yang sebagian besar dicegat, namun menyebabkan 24 warga sipil Israel tewas dan sekitar 600 lainnya terluka.
Sikap AS dan Pernyataan Terkait
Trump, yang dilaporkan oleh Media Columbia pada 16 Juni 2025 telah menolak usulan Israel untuk membunuh Khamenei, menegaskan bahwa itu "bukan ide yang baik."
Meski begitu, ia mendesak Iran untuk "menyerah tanpa syarat" pada 17 Juni, sebuah pernyataan yang disebut Khamenei sebagai "mengant dan konyol."
Dalam wawancara terbaru, nada Trump yang menyebut "Good luck" mencerminkan strategi untuk memproyeksikan kekuatan sekaligus menjaga fleksibilitas diplomatik, sambil memperingatkan Iran tentang konsekuensi lebih lanjut.
AS juga telah memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah untuk melindungi aset-asetnya, dengan intelijen AS membantu Israel dalam serangan terhadap Iran, menurut Media Nasional AS.
Namun, Trump menegaskan bahwa AS tidak ingin terjebak dalam perang baru, meskipun ia siap bertindak jika kepentingan Amerika terancam.
"Kami punya kekuatan yang belum pernah dilihat dunia, tapi saya lebih suka menyelesaikannya tanpa perang," ujarnya dalam briefing pada 18 Juni.
Perkembangan Lain Konflik Iran-Israel
1. Serangan Israel: Selain menargetkan fasilitas nuklir Natanz dan depot minyak di Shahran, Israel juga melaporkan serangan terhadap pangkalan militer Iran di Lavizan, yang diduga sebagai lokasi bunker rahasia.
Kementerian Kesehatan Iran melaporkan total 225 korban tewas hingga 18 Juni, dengan kerusakan signifikan pada infrastruktur vital.
2. Respons Iran: Selain serangan rudal, Iran telah meningkatkan latihan militer di Teluk Persia dan mengancam akan menutup Selat Hormuz, yang dapat mengganggu pasokan minyak global.
Media lokal seperti Fars News Agency melaporkan bahwa Iran sedang mempersiapkan "operasi besar" sebagai balasan.
3. Reaksi Internasional: Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan risiko "internasionalisasi konflik" dan mendesak de-eskalasi.
Pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, menyerukan dialog untuk mencegah perang regional.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan tidak ada kebocoran radiasi dari fasilitas nuklir yang diserang, namun kerusakan pada infrastruktur nuklir Iran tetap signifikan.
Dampak yang Mencemaskan
Pernyataan Trump yang singkat namun provokatif menambah ketegangan dalam konflik yang sudah kompleks.
Analis melihat sikapnya sebagai upaya untuk mendukung Israel tanpa mengkomitmenkan AS pada intervensi militer langsung, sambil menekan Iran untuk mempertimbangkan kembali strategi balasannya.
Namun, nada kerasnya dapat memperburuk persepsi publik di Iran, di mana faksi garis keras di bawah Khamenei semakin dominan dibandingkan faksi moderat yang dipimpin Presiden Pezeshkian.
Konflik ini, yang telah memasuki hari keenam, memicu kekhawatiran global akan dampak ekonomi dan kemanusiaan.
Gangguan pada depot minyak Iran telah menyebabkan kenaikan harga minyak dunia, sementara kepanikan di Tehran memicu kemacetan lalu lintas saat warga berusaha mengungsi.
Postingan di platform X mencerminkan sentimen yang terpolarisasi, dengan beberapa mendukung sikap keras Trump dan lainnya memperingatkan risiko perang dunia.
Tanggapan Donald Trump yang menyatakan "Good luck" kepada Khamenei menegaskan sikap tegas AS dalam menghadapi Iran, namun juga menyoroti kerumitan dalam menavigasi konflik tanpa memicu perang lebih luas.
Dengan serangan Israel yang terus menekan Iran, respons balasan Tehran, dan keterlibatan AS yang strategis, dunia terus memantau situasi dengan cemas.(tas)
Editor : Tasropi