RADARSEMARANG.ID - Gedung stasiun televisi pemerintah di Teheran, IRIB diserang Israel saat pembawa berita sedang melakukan siaran langsung.
Iran pun mengutuk serangan tersebut dan meminta PBB mengambil tindakan.
"PBB (Dewan Keamanan) harus bertindak sekarang untuk menghentikan agresor genosida melakukan kekejaman lebih lanjut terhadap rakyat kami," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dilansir dari The Guardian, Selasa (17/6).
Serangan Israel menghantam gedung tersebut saat seorang presenter berbicara langsung.
Israel melancarkan serangan udara terhadap target Tidak hanya gedung stasiun TV pemerintah Iran, Senin (15/6), dalam rangkaian serangan intensif yang sudah berlangsung empat hari berturut-turut.
Israel juga menyerang berbagai instansi sipil di Teheran, termasuk sebuah rumah sakit.
Konfrontasi militer antara kedua negara yang sudah lama berseteru ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Presenter itu menjelaskan keadaan di studio setelah ledakan, studio dipenuhi debu setelah agresi di Iran.
Siaran langsung di stasiun TV Iran menampilkan presenter yang sedang mengudara, tiba-tiba mengabarkan kedatangan rudal dan segera berlindung saat ledakan terjadi.
Dengan Tiba-tiba, suara ledakan terdengar, dan presenter bergegas keluar dari kamera saat debu dan puing-puing muncul di studio.
Teriakan "Allahu Akbar" terdengar di luar layar dan siaran tiba-tiba beralih ke program rekaman.
Liputan langsung dilanjutkan setelahnya.
Laporan sementara menyebutkan ada korban jiwa di kalangan jurnalis yang berada di gedung tersebut.
Serangan ini menyusul peringatan dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang sebelumnya menyatakan, “Corong propaganda dan provokasi Iran nyaris hilang.”
Katz kemudian memastikan militer Israel yang melakukan serangan tersebut.
Iran mengecam serangan Israel yang menghantam Rumah Sakit Farabi di kota Kermanshah, barat Iran, dan menyebutnya sebagai kejahatan perang.
“Menyerang rumah sakit dan wilayah pemukiman merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan kejahatan perang," tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dilansir Al Jazeera.
Editor : Baskoro SeptiadiSumber : Twitter, Jawa Pos