Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Gokil! Wamendikti Saintek Stella Christie Sebut Pembiayaan ke Penerima Beasiswa Negara Sebagai Utang Moral

Aris Hariyanto • Rabu, 18 Juni 2025 | 02:47 WIB
Wamendikti Saintek Stella Christie.
Wamendikti Saintek Stella Christie.

RADARSEMARANG.ID - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Stella Christie, berikan pesan menohok kepada para penerima beasiswa negara.

Pesan tersebut diberikannya saat pembekalan Beasiswa Indonesia Maju (BIM) dan Beasiswa Garuda 2025 pada Senin (16/6).

Adapun lokasi acara pembekalan tersebut bertempat di Kantor Kemendikti Saintek, Jakarta.

Menariknya, Wamendikti Saintek, Stella Christie, melontarkan pernyataan yang bikin para penerima beasiswa negara terdiam.

Dia menyebut pembiayaan studi para awardee sebagai utang moral para penerima beasiswa negara.

Artinya, pembiayaan tersebut sebagai bentuk investasi negara yang harus dibayar dengan kontribusi nyata, bukan sekadar bantuan.

“Ini bukan hadiah. Ini utang yang akan ditagih,” tegasnya, seperti dilansir dari JawaPos.com.

Stella juga menegaskan bahwa tidak ada kewajiban formal untuk langsung kembali ke Indonesia setelah lulus.

Namun, komitmen untuk berkontribusi tetap menjadi harga mati. “Kami tidak mengikat waktunya, tapi kami mengikat komitmennya,” ucapnya.

Penerima beasiswa negara juga diimbau agar tidak berpuas diri untuk terus mencari peluang dan meningkatkan kapasitas diri, baik saat kuliah maupun setelah lulus.

Untuk itu, pemerintah akan meluncurkan program kontribusi tahunan, seperti mentoring atau kuliah umum.

Tujuannya agar para penerima beasiswa tetap terhubung dengan pembangunan bangsa.

Menurut Stella, penerima beasiswa negara dapat berkontribusi sesuai dengan bidang masing-masing.

Sebagai contoh, membimbing adik-adik kelas agar dapat diterima di universitas terkemuka di dunia.

Selain itu, mereka juga dapat memberikan kuliah berdasarkan pengetahuan yang telah mereka peroleh di kampus masing-masing.

"Itu akan kita tuntut setiap tahunnya," tambah Guru Besar Tsinghua University tersebut.

Disisi lain, menurut data Bank Dunia, sebanyak 10 persen diaspora Indonesia berpendidikan tinggi memilih menetap di luar negeri.

Mereka juga tampak enggan dalam keterlibatan strategis terhadap pembangunan negara.

Sebagai informasi, program Beasiswa Garuda dan BIM merupakan bagian dari strategi pemerintah mencetak talenta unggul di bidang STEM.

Tahun ini, 337 peserta terpilih akan melanjutkan studi ke luar negeri, termasuk ke Australia, Kanada, dan Amerika Serikat.

 

Editor : Baskoro Septiadi
#bank dunia #Wamendikti Saintek #Stella Christie #Beasiswa Negara #Beasiswa Garuda 2025 #beasiswa Indonesia Maju #penerima beasiswa negara #guru besar tsinghua university