RADARSEMARANG.ID - Israel meluapkan kemarahan di media sosial setelah Iran meluncurkan serangan balasan yang menghantam sejumlah wilayah, menewaskan dua orang
Serangan Israel bertajuk Rising Lion melibatkan 200 jet dan menyasar fasilitas militer serta kediaman pejabat Iran.
Dalam unggahan akun @IDF di X (Twitter) memberikan pesan untuk kepada warga Iran untuk tidak menyerang tanpa peringatan
"Ini adalah pesan yang kami sampaikan kepada warga Iran. Sementara Iran memilih untuk menyerang tanpa peringatan, kami memilih untuk memperingatkan orang-orang yang tidak bersalah bahkan jika itu berarti mengabaikan unsur kejutan. Kami memperingatkan mereka," tulisannya.
Karena kehidupan manusia adalah yang utama bagi kita. Itulah perbedaan antara kita dan musuh kita.
Baca Juga: Iran Gempur Israel dengan Ratusan Rudal dan Drone Bersenjata, Balasan Atas Serangan Fasilitas Nuklir
Iran membalas lewat operasi True Promise 3 dengan menargetkan instalasi militer di Tel Aviv dan Yerusalem.
Iran menegaskan hanya membidik sasaran militer, bukan warga sipil.
Netizen menyoroti standar ganda Israel, yang kerap menuding pihak lain menargetkan warga sipil, padahal Israel punya rekam jejak serangan ke daerah padat penduduk di Palestina, Lebanon, Suriah, dan Yaman.
Baca Juga: Serangan Israel ke Iran Tewaskan Panglima IRGC dan Ilmuwan Nuklir, Picu Ketegangan Regional
Dalam unggahan di akun Instagram @stateofisrael dan X @Israel, pemerintah Israel menyebut Iran menyerang rumah-rumah warga sipil.
"Jangan salah mereka yang menyakiti rakyat Israel akan membayar akibatnya," tulis akun resmi tersebut.
Baca Juga: Agak Laen! Indonesia Ribut Konten 'Hari Pertama di Neraka' Iran Malah Bangun Taman Bertema Neraka
Baca Juga: Viral Fenomena Hujan Darah di Iran Bikin Heboh Jagad Maya, Ternyata Ini Fakta Penyebabnya
Pernyataan ini langsung memicu gelombang kecaman dari netizen internasional.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 54.000 warga Palestina tew4s di Gaza, sebagian besar adalah sipil.
Editor : Baskoro Septiadi