Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Serangan Israel ke Iran Tewaskan Panglima IRGC dan Ilmuwan Nuklir, Picu Ketegangan Regional

Tasropi • Jumat, 13 Juni 2025 | 18:12 WIB
Serangan Udara Israel Iran
Serangan Udara Israel Iran

RADARSEMARANG.ID, MILITER Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran pada Jumat dini hari waktu setempat, menargetkan fasilitas nuklir dan lokasi militer di sekitar ibu kota Teheran.

Operasi yang dinamakan “Rising Lions” ini dipimpin langsung atas perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menyatakan serangan tersebut bertujuan untuk “menangkal ancaman pemusnahan” dari Iran.

Dalam pernyataannya melalui video yang diunggah di media sosial, Netanyahu menegaskan bahwa operasi ini akan berlangsung hingga ancaman terhadap Israel dapat dinetralisir.

Serangan ini, yang disebut sebagai yang paling signifikan terhadap Iran sejak 1980, menghancurkan beberapa lokasi strategis di seluruh negeri, termasuk fasilitas nuklir kunci.

Media pemerintah Iran melaporkan ledakan keras terdengar di Teheran, dengan sistem pertahanan udara negara itu dalam status siaga penuh.

Seluruh penerbangan di Bandara Internasional Imam Khomeini ditangguhkan sebagai respons terhadap situasi darurat ini.

Tragisnya, serangan tersebut menewaskan Komandan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Hossein Salami, sosok penting dalam strategi militer dan kebijakan regional Iran.

Selain itu, dua ilmuwan nuklir terkemuka, Fereydoun Abbasi-Davani dan Mohammad Mehdi Tehranchi, juga dilaporkan tewas.

Serangan ini terjadi di tengah kecurigaan Israel bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir, sebuah tuduhan yang telah lama dibantah oleh Teheran.

Namun, langkah Iran baru-baru ini untuk mengoperasikan fasilitas pengayaan uranium baru dan mengganti sentrifus IR-1 dengan sentrifus IR-6 yang lebih canggih di Fordow memicu kekhawatiran internasional.

Sentrifus IR-6 diketahui mampu memperkaya uranium dengan kecepatan jauh lebih tinggi, meningkatkan kekhawatiran akan potensi produksi senjata nuklir.

Kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran, menyatakan kesiapsiagaan tinggi dan mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Israel sebagai respons atas serangan ini.

Mereka memperingatkan bahwa setiap agresi terhadap Iran dapat memicu konflik regional yang lebih luas.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan perjalanan level 4 untuk Irak, mengindikasikan meningkatnya ketegangan di kawasan.

Pihak Israel memperingatkan adanya potensi serangan balasan dari Iran yang dapat menargetkan warga sipil.

Situasi ini menambah ketegangan di Timur Tengah, dengan dunia kini menunggu respons Iran dan sekutunya terhadap serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. (tas)

Editor : Tasropi
#militer israel #departemen luar negeri AS #Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu #fasilitas nuklir #garda revolusi islam