RADARSEMARANG.ID, Semarang - Momen bersejarah tercipta di Ibu Kota Nusantara (IKN) saat peletakan batu pertama Basilika Santo Fransiskus Xaverius, dilangsungkan dalam sebuah upacara dengan khidmat.
Basilika ini akan berdiri berdampingan dengan Masjid Negara IKN.
Pada kawasan kompleks peribadatan lintas agama yang dirancang untuk enam agama resmi di Indonesia.
Hal itu menjadi simbol harmoni dan toleransi antarumat beragama.
Basilika Santo Fransiskus Xaverius Nusantara, dibangun di atas lahan seluas 2,023 hektar, dengan luas bangunan total mencapai 10.612,66 meter persegi.
Kompleks ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah umat katolik.
Melainkan juga sebagai pusat kegiatan rohani dan sosial yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
Fasilitas utama dalam kompleks basilika mencakup:
1. Plaza Gereja Katolik, seluas 8.586 meter persegi, yang akan menjadi area terbuka untuk umat dan pengunjung.
2. Wisma Uskup seluar 1.770 meter persegi, sebagai tempat tinggal dan pusat koordinasi pelayanan keuskupan.
3. Bangunan penunjang seperti kantin, seluas 256 meter persegi, yang menyediakan fasilitas pendukung bagi umat dan pengunjung.
Selain itu, kompleks ini akan dilengkapi dengan pelataran utama, taman doa, jalan salib, taman wisma, dan area parkir yang memadai.
Menciptakan suasana tenang dan sakral bagi umat yang datang berziarah atau berdoa.
Peletakan batu pertama ini dihadiri oleh para tokoh agama, perwakilan pemerintah, dan masyarakat lintas agama.
Kompleks peribadatan enam agama di IKN ini merupakan bagian dari visi pemerintah untuk menjadikan ibu kota baru sebagai pusat peradaban yang inklusif dan berkelanjutan.
Diharapkan proyek basilika ini rampung dalam beberapa tahun ke depan.
Selain itu diharapkan dapat menjadi destinasi rohani yang penting di kawasan Asia Tenggara.
Dengan dimulainya pembangunan ini, IKN tidak hanya mempertegas identitasnya sebagai pusat pemerintah.
Namun, juga sebagai pusat kerukunan umat beragama yang hidup berdampingan dalam damai.
Editor : Baskoro SeptiadiSumber : TikTok