Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Resmi Kandas! Diskon Tarif Listrik 50 Persen Batal Diberikan Pemerintah, Reaksi Warganet Ini Mengejutkan

Aris Hariyanto • Selasa, 3 Juni 2025 | 15:38 WIB
Ilustrasi reaksi warganet usai diskon tarif listrik 50 persen batal.
Ilustrasi reaksi warganet usai diskon tarif listrik 50 persen batal.

RADARSEMARANG.ID - Kabar diskon tarif listrik 50 persen batal diberikan pemerintah tampak mengejutkan sejumlah warganet.

Janji manis pemerintah yang awalnya bikin warganet sumringah kini kandas setelah pengumuman resmi dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Dalam keterangannya, Sri Mulyani menjelaskan alasan di balik keputusan pembatalan diskon tarif listrik 50 persen tersebut.

Penjelasan Sri Mulyani diumumkan setelah rapat bersama Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat pada Senin (2/6/2025).

Seperti disampaikan Menteri Keuangan, alasan pembatalan diskon tarif listrik 50 persen tersebut diklaim karena keterlambatan anggaran.

Ini artinya, pemerintah membatalkan diskon tarif listrik 50 persen yang ditujukan untuk 79,3 juta pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA ke bawah.

Kebijakan ini awalnya digadang-gadang oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Adapun program tersebut sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi untuk kuartal II 2025. Namun, kini warga hanya bisa gigit jari.

Pembatalan diskon tarif listrik 50 persen untuk periode Juni-Juli 2025 oleh pemerintah memicu gelombang reaksi keras dari warganet.

Di platform X, terpantau beragam reaksi warganet soal diskon tarif listrik 50 persen batal diberikan oleh pemerintah.

Terpantau mayoritas warganet menunjukkan kekecewaan, kemarahan, dan ketidakpercayaan terhadap kebijakan pemerintah.

Akun @lola***I tampak dengan tajam mengkritik ketimpangan dalam anggaran diskon tarif listrik 50 persen ini.

"Kalo untuk urusan rakyat dibuatlah alasan telat penganggarannya, tapi kalo untuk urusan foya-foya pejabat cepat sekali penganggarannya, miris skali hidup di negeri sarangnya koruptor,” tulisnya.

Sementara itu, akun @whit*****n menyoroti buruknya perencanaan kebijakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai penggagas wacana populis tanpa pembahasan matang.

" Setau aku ya, yg pertama kasih wacana ini pak menko perekonomiannya ya. Kemkeu diminta cari sumber dana nya. Yaaa lagi2 mau bikin kebijakan populis tanpa pembahasan yg matang".ungkapnya.

Tidak hanya itu, warganet dengan akun @fair_***s*t tampak lebih sinis mempertanyakan motif pemerintah memberikan diskon di tengah kondisi keuangan negara yang sulit.

@fair_***s*t menyatakan, "Negara lagi boncos kok sok-sok kasih diskon ke rakyatnya. Yg ada tarif terus dinaikkan jadi bisa dikorupsi secara berkelanjutan, tanpa peduli rakyatnya sudah kelojotan”.

Di sisi lain, pengguna dengan akun @oms***k* melihat pembatalan ini sebagai upaya pemerintah menutupi kondisi ekonomi yang memburuk.

Menurutnya, pemerintah mengganti diskon listrik dengan bantuan sosial lain yang dinilai masih diragukan manfaatannya.

"Biar gak keliatan ekonomi merosot ya. Tapi diganti bansos yg lain, entah dikorupsi ato gak,” ungkapnya.

Dari pengguna @sandyprak tampak dengan singkat namun pedas merangkum sentimen banyak warganet. "Selamat rakyat Indonesia kena prank pemerintah,” tulisnya.

Namun, sebagian warganet lainnya terpantau menyatakan lebih mengharapkan diskon kebutuhan pokok, seperti bahan makanan daripada diskon listrik.

Sebelumnya, diskon serupa pernah terjadi pada Januari-Februari 2025, namun berujung pada kenaikan tarif yang memicu protes.

Kendati demikian, pemerintah masih menjanjikan stimulus lain seperti bantuan sosial dan subsidi upah mulai 5 Juni 2025 yang diklaim lebih cepat dan tepat sasaran.

 

Editor : Baskoro Septiadi
#reaksi warganet #diskon tarif listrik 50 persen batal #bantuan sosial #Airlangga Hartarto #media sosial #50 persen #Pembatalan Diskon Tarif Listrik 50 Persen #menteri keuangan #diskon tarif listrik #Subsidi Upah #Sri Mulyani #anggaran diskon tarif listrik 50 persen #Diskon Tarif Listrik 50 Persen #keterlambatan anggaran