RADARSEMARANG.ID - Syahrini kembali menjadi sorotan setelah mengklaim menerima penghargaan bergengsi dari UNESCO.
Dia menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas sumbangsihnya dalam bidang seni dan budaya.
Adapun penghargaan tersebut dia terima dalam sebuah acara Listen To Her Parole di Festival Film Cannes 2025 belum lama ini.
Namun, pernyataan Syahrini segera dibantah oleh UNESCO. Pihaknya menegaskan tidak terlibat dalam pemberian penghargaan Cannes tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, UNESCO mengklarifikasi tidak ada penghargaan resmi yang diberikan kepada selebriti Indonesia tersebut.
Melalui UNESCO Regional Office di Jakarta menyatakan bahwa mereka tidak memiliki keterlibatan dalam penghargaan yang diklaim oleh Syahrini.
Dalam pernyataan resmi UNESCO menegaskan “UNESCO tidak terlibat dalam pemberian penghargaan pada acara di Cannes yang dimaksud”.
“Meskipun acara tersebut mungkin melibatkan UNESCO Artist for Peace dalam kapasitas pribadi atau simbolis, acara tersebut bukan merupakan upacara atau bentuk pengakuan resmi dari UNESCO,” lanjutnya.
Fakta lain yang terungkap adalah bahwa penghargaan yang diterima Syahrini sebenarnya berasal dari United Society Council (USC).
Adapun USC merupakan sebuah organisasi independen berbasis di Dublin, Irlandia.
USC bekerja sama dengan platform Listen to Her Parole untuk memberikan penghargaan kepada figur publik yang dianggap berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan.
Aktor senior Christine Hakim juga memberikan klarifikasi terkait penghargaan Cannes tersebut.
Dalam sebuah wawancara di studio Rumpi TransTV, Christine menjelaskan penghargaan yang diterima Syahrini berasal dari USC, bukan UNESCO.
“Listen to Her Parole adalah program dari United Society Council, bukan UNESCO. Tahun ini, mereka memilih Syahrini sebagai penerima penghargaan atas kontribusinya dalam pemberdayaan perempuan,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Jumat, 16 Mei 2025, Syahrini sempat menuliskan di unggahan Instagram pribadinya bahwa dia dengan bangga menerima penghargaan Cannes dari UNESCO.
“Saya sangat bangga menerima penghargaan bergengsi dari UNESCO melalui Yayasan Princess Charlene dan Listen To Her Parole,” tulisnya.
Penghargaan ini diterima pada 14 Mei 2025 di Carlton Hotel Cannes. Di bawah poster penghargaan tersebut terdapat logo United Society Council.
Pada piala yang diterimanya terdapat logo UNESCO di bagian bawah, dan disertai dengan nama Guila Clara Kessous sebagai Artist for Peace dan Fondation Princess Charlene de Monaco.
Faktanya, Guila Clara Kessous merupakan seorang UNESCO Artist for Peace, bukan karena ada kerja sama resmi antara UNESCO dan USC.
“Adapun logo UNESCO di situ menyertai nama dari Goodwill ambassadornya Guilla Clarra Kessous yang merupakan salah satu artist for peace UNESCO,” ungkap National Information Officer, Siska Widyawati seperti yang diberitakan.
“Dari informasi yang kami kumpulkan, penghargaan ini diberikan dalam event yang diadakan oleh United Society Council bukan UNESCO,” sambungnya.
Ini artinya, penghargaan Cannes yang diterima oleh Syahrini tidak berhubungan langsung dengan UNESCO.
Sebagai informasi, UNESCO merupakan lembaga di bawah PBB yang berfokus pada isu-isu pendidikan, budaya, dan komunikasi.
Sementara USC (United Society Council) merupakan sebuah organisasi independen yang berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, aksi kemanusiaan, serta upaya untuk mencapai perdamaian global.
Sedangkan Listen To Her Parole merupakan sebuah platform rubrik khusus di Discrete Magazine yang menyoroti perempuan berprestasi dan melibatkan Guila Clara Kessous sebagai Artist for Peace UNESCO.
Editor : Baskoro Septiadi