Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pernah Jadi Ibu Negara China, Inilah 10 Fakta Tentang Oei Hui Lan, Anak Keturunan Crazy Rich Indonesia Asal Semarang

Tasropi • Senin, 19 Mei 2025 | 17:47 WIB
Oei Hui Lan (1889–1992), yang lebih dikenal sebagai Madame Wellington Koo, adalah sosok wanita luar biasa yang menghubungkan sejarah Indonesia dengan panggung dunia.
Oei Hui Lan (1889–1992), yang lebih dikenal sebagai Madame Wellington Koo, adalah sosok wanita luar biasa yang menghubungkan sejarah Indonesia dengan panggung dunia.

RADARSEMARANG.ID, Oei Hui Lan (1889–1992), yang lebih dikenal sebagai Madame Wellington Koo, adalah sosok wanita luar biasa yang menghubungkan sejarah Indonesia dengan panggung dunia.

Sebagai putri kedua Oei Tiong Ham, "Raja Gula" dari Semarang, ia lahir dari keluarga Tionghoa terkaya di Asia Tenggara pada masanya.

Namanya mencuat tidak hanya karena kekayaan keluarganya, tetapi juga karena perannya sebagai Ibu Negara Republik Tiongkok untuk waktu singkat dan kehidupannya sebagai sosialita internasional.

Berikut adalah 10 fakta menarik tentang Oei Hui Lan yang perlu kamu ketahui!

1. Lahir dari Keluarga "Crazy Rich" Semarang

Oei Hui Lan lahir pada 2 Desember 1889 di Semarang, Jawa Tengah, sebagai putri kedua Oei Tiong Ham, pengusaha legendaris yang dijuluki "De Suikerbaron van Semarang" (Baron Gula dari Semarang).

Ayahnya mengelola Oei Tiong Ham Concern (OTHC), konglomerasi multinasional yang menguasai perdagangan gula, opium, karet, dan properti, dengan kekayaan diperkirakan mencapai 200 juta gulden (setara Rp27–43 triliun dalam nilai modern).

2. Tumbuh dalam Kemewahan

Hui Lan dibesarkan di Istana Balekambang, kediaman megah keluarga Oei di Semarang, yang kini menjadi bagian dari kompleks kantor OJK Regional III Jawa Tengah dan DIY.

Ia juga menghabiskan waktu di properti keluarga di berbagai kota dunia, termasuk istana abad ke-17 di Beijing yang dibeli ayahnya seharga US$100.000 dan didekorasi dengan biaya US$150.000.

3. Menikah dengan Diplomat Inggris

Pada 1909, Hui Lan menikah dengan Beauchamp Caulfield-Stoker, agen konsuler Inggris di Shanghai.

Pernikahan ini menghasilkan satu putra, tetapi berakhir dengan perceraian pada 1920. Meski singkat, pernikahan ini memperkenalkan Hui Lan ke dunia diplomatik dan sosialita internasional.

4. Ibu Negara Republik Tiongkok

Hui Lan menjadi Ibu Negara Republik Tiongkok selama periode singkat dari 1 Oktober 1926 hingga 16 Juni 1927.

Ini terjadi saat suami keduanya, V.K. Wellington Koo, seorang diplomat terkenal Tiongkok, menjabat sebagai Pejabat Presiden Republik Tiongkok di tengah masa politik yang tidak stabil.

Peran ini menempatkannya di panggung dunia, meski hanya sementara.

5. Istri Diplomat Ternama Wellington Koo

Hui Lan menikah dengan Wellington Koo pada 1921, seorang tokoh kunci dalam diplomasi Tiongkok yang pernah mewakili Tiongkok di Konferensi Perdamaian Paris 1919 dan Liga Bangsa-Bangsa.

Bersama Koo, Hui Lan menjalani kehidupan glamor di berbagai ibu kota dunia seperti Paris, London, dan Washington, D.C. Namun, pernikahan mereka berakhir dengan perceraian pada 1958.

6. Penulis Memoir No Feast Lasts Forever

Hui Lan menulis memoir berjudul No Feast Lasts Forever (1975), yang menceritakan kehidupannya sebagai putri konglomerat, sosialita, dan istri diplomat.

Buku ini memberikan wawasan tentang gaya hidup mewahnya, tantangan sebagai wanita Tionghoa di panggung global, dan dinamika perkawinannya dengan Wellington Koo.

7. Ikon Mode dan Sosialita Dunia

Dikenal karena kecantikan dan gayanya, Hui Lan menjadi ikon mode di kalangan elit internasional. Ia sering tampil dengan gaun-gaun elegan dan menghadiri acara-acara bergengsi di Eropa dan Amerika.

Lukisannya dalam gaun putih dengan rambut panjang, yang kini dipajang di The Sugar Baron Room, Hotel Tugu Malang, menjadi simbol pesonanya.

8. Legenda Urban di Hotel Tugu Malang

Lukisan Hui Lan di Hotel Tugu Malang dikelilingi cerita mistis. Konon, siapa saja yang berani menatap mata lukisannya dalam waktu lama akan "dikunjungi" arwah saat menginap di kamar tersebut.

Namun, tidak ada bukti sejarah yang mendukung cerita ini, dan kemungkinan besar ini hanya strategi pemasaran hotel.

9. Warisan Keluarga yang Dinacionalisasi

Setelah kematian Oei Tiong Ham pada 1924, bisnis keluarga diteruskan oleh anak-anaknya, termasuk kakak Hui Lan, Oei Tjong Hauw.

Namun, pada 1961, aset OTHC di Indonesia, termasuk pabrik gula dan properti seluas 81 hektar di Semarang, dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia karena pelanggaran peraturan valuta asing.

Keluarga Oei memenangkan gugatan di Pengadilan Den Haag untuk pengembalian deposito bank, tetapi aset fisik tetap menjadi milik negara.

10. Menghabiskan Masa Tua di New York

Setelah bercerai dari Wellington Koo, Hui Lan menetap di New York hingga meninggal dunia pada 1992 di usia 102 tahun.

Ia hidup sederhana di akhir hayatnya, jauh dari kemewahan masa mudanya, tetapi tetap dikenang sebagai salah satu wanita Tionghoa paling berpengaruh di abad ke-20.

Warisan Oei Hui Lan

Oei Hui Lan adalah simbol perpaduan antara kekayaan, kecantikan, dan pengaruh global. Dari Semarang hingga panggung diplomasi Tiongkok, ia menjalani kehidupan yang penuh warna, menghubungkan Indonesia dengan dunia.

Kisahnya, bersama jejak keluarga Oei di Semarang seperti Istana Balekambang dan gedung-gedung di Kota Lama, tetap menjadi bagian penting dari sejarah ekonomi dan budaya Indonesia.

Pada masa Hui Lan menjadi Ibu Negara, Taiwan belum menjadi entitas politik terpisah.

Taiwan saat itu berada di bawah kekuasaan kolonial Jepang (1895–1945), dan Republik Tiongkok yang diwakili Hui Lan berbasis di daratan Tiongkok.

Barulah setelah 1949, Republik Tiongkok pindah ke Taiwan setelah kalah dalam Perang Saudara Tiongkok.

Jika kamu tertarik mengetahui lebih dalam tentang kehidupan Oei Hui Lan atau keluarga Oei Tiong Ham, kunjungi situs bersejarah di Semarang atau baca memoirnya untuk kisah langsung dari sang legenda! (tas)

Editor : Tasropi
#oei hui lan #hotel tugu malang #ibu negara #Wellington Koo #Oei Tiong Ham