RADARSEMARANG.ID - Seekor sapi kurban milik Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang rencananya akan disembelih saat Idul Adha di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, ditemukan mati mendadak usai dimandikan pada Kamis (15/5).
Meskipun demikian, hewan kurban berbobot lebih dari satu ton tersebut masih dapat disembelih dan dagingnya tetap bisa dimanfaatkan untuk masyarakat.
Baca Juga: Apresiasi Nasabah Loyal, BRI Serahkan Hadiah BRImo FSTVL 2024 kepada Para Pemenang
Turbo sapi jantan jenis limousin tersebut memiliki berat mencapai 1.140 kilogram dan berumur sekitar 5,5 tahun.
Diketahui, hewan tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp125 juta dari seorang peternak lokal, khusus sebagai hewan kurban dari Presiden Prabowo untuk masyarakat Sulawesi Barat.
Insiden terjadi saat proses persiapan, di mana sapi dimandikan oleh panitia sebagai bagian dari perawatan sebelum penyembelihan.
Namun tak lama setelah dimandikan, sapi tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri. Dugaan sementara menyebutkan bahwa kematian hewan tersebut bisa disebabkan oleh kelelahan atau stres.
"Kondisinya sebelumnya sehat, tetapi mungkin karena bobot yang besar dan proses penanganan, sapi ini mengalami stres. Begitu selesai dimandikan, langsung ambruk," kata salah satu panitia di lokasi.
Setelah sapi dinyatakan mati, tim dari Dinas Peternakan segera turun tangan. Mereka memastikan bahwa daging sapi masih dalam kondisi aman untuk dikonsumsi.
Untuk mencegah pembusukan, penyembelihan pun dilakukan sesegera mungkin sesuai prosedur dan ketentuan syariat.
Pihak panitia menyampaikan bahwa walaupun sapi tidak disembelih tepat pada hari Iduladha, niat dan hukum kurban tetap sah karena penyembelihan dilakukan secara layak dan dagingnya dibagikan kepada penerima yang berhak.
"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim, daging dinyatakan layak. Jadi tetap kita salurkan kepada warga yang membutuhkan," ujar seorang petugas dari Dinas Peternakan.
Peristiwa ini menarik perhatian warga karena hewan tersebut merupakan kurban dari Presiden.
Meski terjadi di luar dugaan, manfaat kurban tetap tersampaikan dan menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat daerah.
Editor : Baskoro Septiadi