RADARSEMARANG.ID, Jarred Shaw, pebasket asal Amerika Serikat yang pernah bersinar di Indonesian Basketball League (IBL), kini menghadapi sorotan negatif akibat dugaan keterlibatannya dalam kasus narkoba.
Shaw, yang sebelumnya dikenal sebagai pemain andalan di beberapa tim IBL, termasuk Prawira Harum Bandung dan Satria Muda Pertamina Jakarta, kini harus menghadapi konsekuensi dari perbuatannya.
Shaw memulai kariernya di IBL dengan gemilang. Pada musim 2023, ia berhasil membawa Prawira Harum Bandung meraih gelar juara, dengan rata-rata mencetak 18,3 poin dan 8,7 rebound per pertandingan.
Prestasinya tersebut membuat Satria Muda Pertamina Jakarta tertarik untuk merekrutnya pada musim berikutnya.
Baca Juga: Pelimpahan Kasus Pemerasan PPDS Undip, Tersangka Ditahan hingga Serahkan BB Rp 97 Juta
Namun, meskipun mencatatkan rata-rata 19,3 poin dan 8,9 rebound per pertandingan, kontraknya dengan Satria Muda diputus pada pertengahan musim 2024.
Setelah itu, Shaw bergabung dengan Tangerang Hawks untuk musim 2025, dengan harapan dapat membuktikan dirinya kembali di kancah IBL.
Namun, perjalanan kariernya yang menjanjikan tersebut kini terancam akibat dugaan keterlibatannya dalam kasus narkoba.
Jarred Dwayne Shaw (JDS) diduga mengonsumsi dan membawa masuk permen yang mengandung ganja atau Delta 9 THC (tetrahydrocannabinol) dari Thailand.
Bagi Jarred Dayne ini adalah lifestyle atau gaya hidup menjalani kehidupan sosial sehari sehari di Jakarta.
Baca Juga: Klaim JHT Kini Lebih Mudah Melalui JMO
Menuru Kepala Polres Bandara Soekarno Ajun Komesaris Besar Joko Sulistiono, Jarred Shaw menggunakan permen ganja ini setelah selesai berolahraga dan merasakan rileks. “Menurut pelaku, dampaknya bisa merasakan fly".
Kasus yang menimpa Shaw menjadi peringatan bagi dunia olahraga Indonesia, khususnya basket, tentang pentingnya menjaga integritas dan menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Sebagai pemain asing yang memiliki pengaruh besar, tindakan Shaw dapat mencoreng citra liga dan mempengaruhi kepercayaan publik terhadap IBL.
IBL dan klub-klub peserta diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap pemain, termasuk melakukan tes narkoba secara rutin dan memberikan edukasi tentang bahaya narkoba.
Selain itu, penting bagi liga untuk memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran semacam ini, guna menjaga profesionalisme dan integritas kompetisi.
Kasus Jarred Shaw menjadi pengingat bahwa prestasi di lapangan tidak menjamin keberhasilan jika tidak diimbangi dengan perilaku yang baik di luar lapangan.
Pemain profesional harus menyadari bahwa mereka menjadi panutan bagi banyak orang, terutama generasi muda, dan tindakan mereka di luar lapangan dapat memberikan dampak besar terhadap citra olahraga yang mereka geluti.
Editor : Baskoro Septiadi