RADARSEMARANG.ID - Sampah intergalaktik merupakan sisa-sisa dari satelit, roket ataupun barang-barang buatan manusia yang tersebar di angkasa.
Biasanya baik satelit maupun wahana lain yang telah mati saat telah digunakan di luar bumi akan berterbangan melayang di antariksa.
Sebab, tak mungkin juga untuk membawa barang-barang berukuran besar tersebut kembali ke bumi untuk dilebur atau dihancurkan.
Fenomena sampah antariksa ini telah jadi perdebatan bagi pemerintahan di dunia sebab disinyalir sampah-sampah ini bisa saja membahayakan satelit hidup maupun jatuh kembali ke permukaan bumi.
Salah satunya yang hari ini diperbincangkan adalah Kosmos 482 yang telah rusak dan diperkirakan akan jatuh kembali ke bumi pada hari ini (10/5).
Menurut NASA, badan antariksa milik Amerika Serikat tersebut menyatakan bahwa Kosmos 482 akan jatuh ke trayek Samudera Pasifik, Samudra Atlantik ataupun Samudera Hindia.
Wilayah paling berpotensi menjadi jatuhnya orbit ini meliputi Amerika Utara dan Selatan, Asia ataupun Australia, termasuk juga wilayah Kepulauan di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Badan Riset Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN) mengatakan bahwa pihaknya akan memantau terus pergerakan Kosmos 482 secara intensif.
Untuk wilayah Indonesia yang berpotensi kejatuhan sampak antariksa berbobot 1184 Kilogram ini adalah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur.
Objek diperkirakan melewati wilayah sekitar ini pada siang hari, tepatnya pukul kurang lebih 13.00 WITA.
Thomas Djamaludin, Periset BRIN menyatakan kemungkinan jatuhnya Kosmos 482 ini di wilayah perairan maupun hutan yang jauh dari wilayah penduduk.
"Masyarakat tidak perlu khawatir, namun tetap waspada. Tidak ada satupun negara yang bisa mengantisipasi jatuhnya sampah antariksa yang tidak terkendali" ujar Periset Pusat BRIN tersebut.
Kosmik 482 sendiri merupakan wahana antariksa buatan Uni Soviet yang telah mengorbit sejak tahun 1972 dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan,
Misi utamanya adalah untuk mengumpulkan data dan menyelidiki Planet Venus yang akan dilakukan oleh kosmonot Uni Soviet.
Source: NASA, BRIN
Editor : Baskoro Septiadi