RADARSEMARANG.ID – Sosok Ibunda Luna Maya Desa Maya Waltraud Maiyer saat ini masih menjadi penasaran bagi kalangan warganet.
Hal ini karena Luna Maya jarang sekali memperlihatkan momen keluarga besar Luna Maya dengan sang bunda Desa Maya Waltraud Maiyer.
Ternyata, Desa Maya Waltraud Maiyer yang merupakan ibunda Luna Maya ini merupakan warga negara asing.
Desa Maya Waltraud Maiyer memiliki darah Austria. Wanita yang hampir berusia 80 tahun tersebut ternyata fasih mengucap hamdalah.
Desa Maya Waltraud Maiyer juga merupakan seorang pengusaha dengan mengawali karirnya sebagai seorang guru di taman kanak-kanak.
Baca Juga: Ini Mahar Pernikahan Luna Maya, Logam Mulia dan Uang Dolar Segini
Sejak muda, Desa Maya Waltraud Maiyer ternyata sudah berkeliling ke benua eropa dan akhirnya memilih tinggal di Indonesia.
Tinggal di Indonesia pun Desa Maya Waltraud Maiyer hidup bersama sang mendiang suami yakni Uut Bambang Sugeng.
Pernikahan Desa Maya Waltraud Maiyer dan Uut Bambang Sugeng dikarunian tiga orang anak.
Ketiganya takni Ismael Dully, Tipi Jabrik dan Luna Maya.
Baca Juga: 3 Balita di Kendari Tewas Terjebak di Dalam Kamar saat Rumah Kebakaran
Namun cobaan datang menghampiri Desa Maya Waltraud Maiyer.
Tepat di tahun 1996, Luna Maya ketika masih berusia 13 tahun. Luna Maya ditinggal oleh sang ayah Uut Bambang Sugeng.
Menjadi janda di usia muda, ia membesarkan ketiga anaknya seorang diri di tengah tantangan hidup.
Baca Juga: Apakah WhatsApp Bisa Disadap? Begini Cirinya Jika WA Disadap
Termasuk Luna Maya yang kini menjadi salah satu artis paling berpengaruh di Indonesia.
Profil lengkap Desa Maya menggambarkan potret perempuan luar biasa yang membesarkan anak-anaknya dengan penuh dedikasi di negeri yang jauh dari tanah kelahirannya, dirangkum dari berbagai sumber.
Desa Maya lahir di Austria dan mengawali kariernya sebagai guru TK /taman kanak-kanak.
Baca Juga: Luna Maya Sempat Membekukan Sel Telurnya, Kini Pingin Punya Anak dari Maxime Bouttier
Sejak muda, ia memiliki jiwa petualang yang membawanya menjelajahi berbagai negara Eropa.
Salah satu momen penting dalam hidupnya terjadi ketika ia tinggal di Swiss.
Di sana, ia melihat seseorang mengenakan kebaya khas Bali, yang langsung mencuri perhatiannya.
Ketertarikan pada pakaian tradisional itu membuatnya penasaran dengan budaya Bali.
Dorongan rasa ingin tahu itu membawanya untuk melakukan perjalanan ke Indonesia.
Baca Juga: Motor Milik Perempuan Penjual Pentol di Magetan Dimaling Pria Asal Semarang, Begini Modusnya
Ia memilih tetap tinggal di Bali dan membesarkan ketiga anaknya seorang diri.
Tidak hanya sebagai ibu, Desa Maya juga berperan ganda sebagai pembimbing dan pendidik dalam keluarga.
Ia membesarkan anak-anaknya dengan nilai-nilai kebebasan berpikir, disiplin, dan penghargaan terhadap budaya.
Baca Juga: Inilah Perjalanan Cinta Luna Maya dan Maxime Bouttier, Meski Jarak Usia Sangat Jauh
Tipi Jabrik menjadi atlet dan pegiat surfing, Ismael sukses dengan karier musiknya, dan Luna Maya meraih puncak karier sebagai aktris papan atas Indonesia.
Desa Maya dan Luna Maya memiliki hubungan yang unik.
Dalam berbagai wawancara, Luna tak menampik bahwa ia dan ibunya kerap berdebat.
Namun, di balik dinamika itu, terdapat kasih sayang dan kedekatan emosional yang kuat.
Baca Juga: Live Streaming, Moment Sakral Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier
Luna menggambarkan hubungan mereka seperti “anjing dan kucing”, penuh gesekan tetapi tak terpisahkan.
Meski berbeda pandangan, Luna sangat menghargai peran ibunya yang membesarkan mereka tanpa keluhan.
Ia memahami bahwa semua nasihat ibunya lahir dari cinta dan keinginan untuk melihat anak-anaknya sukses dan bahagia.
Kini memasuki usia 80 tahun, Desa Maya masih aktif dan mandiri di Bali.
Baca Juga: Inilah Perjalanan Cinta Luna Maya dan Maxime Bouttier, Meski Jarak Usia Sangat Jauh
Ia dikenal sebagai sosok yang penuh energi, tidak bergantung pada orang lain, dan tetap menjunjung tinggi gaya hidup sederhana.
Dalam beberapa momen publik, Luna Maya pernah membagikan potret kebersamaan dengan sang ibu.
Termasuk saat merayakan ulang tahun ke-79 Desa Maya dalam suasana akrab dan penuh kehangatan.
Meski usianya tak lagi muda, Desa Maya tetap menjadi pusat kekuatan dan inspirasi bagi keluarganya, terutama Luna. (dka)
Editor : Tasropi