Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Resmi Terpilih, Kardinal Robert Francis Prevost Menggantikan Mendiang Paus Fransiskus

Nayla Karima • Jumat, 9 Mei 2025 | 15:36 WIB
Paus Leo XIV, mantan Kardinal Robert F. Prevost, melambaikan tangan kepada orang banyak di Lapangan Santo Petrus di Vatikan setelah terpilih sebagai paus pada 8 Mei 2025.
Paus Leo XIV, mantan Kardinal Robert F. Prevost, melambaikan tangan kepada orang banyak di Lapangan Santo Petrus di Vatikan setelah terpilih sebagai paus pada 8 Mei 2025.

RADARSEMARANG - Setelah dua hari para kardinal berdoa, bermusyawarah dan mengumpulkan suara secara pribadi di Kapel Sistina, konklaf sejak kemarin Rabu, (7/5/25) telah menghasilkan seorang jeda baru, resmi setuju dengan satu nama.

Robert Francis Prevost, seorang yang berasal dari Amerika berusia 69 tahun telah terpilih menjadi Paus baru (Leo) XIV mengantikan mendiang Paus Fransiskus, yang meninggal pada tanggal (21/4/25) dan memimpin gereja selama dua belas tahun.

“Habemus Papam!” demikianlah yang bergema dari balkon Basilika Santo Petrus, dunia tahu bahwa Gereja Katolik Roma memiliki pemimpin baru.

Baca Juga: Pemimpin Dunia Katolik Baru Kardinal Robert Francis Prevost Terpilih Jadi Paus Leo XIV, Ini Profilnya

lebih dari 100.000 umat beriman yang menantikan kehadiran paus baru, menunggu berkumpul di Lapangan Santo Petrus dan Via della Conciliazione yang berdekatan.

Kardinal Protodeacon Prancis Dominique kemudian menyebutkan nama lahir Paus baru tersebut dan nama Leo XIV.

Prevost mungkin memotret dirinya sendiri berdasarkan nama Leo XIII, yang menjadi Paus dari tahun 1878 hingga 1903.

“Fakta bahwa ia memilih nama itu menunjukkan profil sosialnya,” kata Profesor Rik Torfs (KU Leuven).

Baca Juga: Profil dan Latar Belakang Paus Leo XIV, dari Misionaris di Peru hingga Pemimpin Gereja Katolik Dunia

“Leo XIII adalah tokoh ensiklik terkenal 'Rerum Novarum'.” tambahanya.

Ensiklik tersebut menguraikan ajaran sosial Gereja Katolik. “Dalam arti tertentu, ini bisa menjadi penyeimbang kebijakan kapitalis Presiden Amerika Donald Trump,” kata Torfs.

Mengutip dari sumber @katholische bahwa Prevost yang berusia 69 tahun adalah orang Amerika pertama yang menjabat sebagai Paus.

Baru-baru ini menjabat sebagai kepala Kantor Uskup Vatikan, yang pada dasarnya adalah departemen sumber daya manusia Gereja Katolik.

Baca Juga: Asap Hitam pertama dari Kapel Sistina, Dunia Menanti Paus Baru

Dari tahun 2002 hingga 2013 ia menjabat sebagai Prior Jenderal, yakni pemimpin Ordo Augustinian sedunia.

Kemudian memimpin Keuskupan Chiclayo di Peru dan menjadi wakil presiden kedua Konferensi Waligereja Peru sebelum Paus Fransiskus mengangkatnya ke Kuria di Vatikan pada tahun 2023.

Kardinal Christoph Schönborn mengungkapkan kegembiraannya segera setelah diumumkannya Kardinal Robert Prevost sebagai Paus baru, dengan memberi gelar dirinya sendiri bernama Leo XIV.

Kardinal tersebut secara harfiah menyatakan: "Saya sangat gembira, saya bertaruh padanya di hati saya. Tuhan mencintai kalian semua," dalam pidato pertamanya di Lapangan Santo Petrus.

Baca Juga: Terungkap Sebelum Pemakaman, Inilah Fakta Dibalik Penggunaan Lapisan Seng di Peti Jenazah Paus Fransiskus

"Damai sejahtera bagi kalian semua," kata Paus pertama dari Amerika Serikat, Leo XIV, saat menyampaikan semua keluhan yang disampaikan di Lapangan Santo Petrus pada Kamis malam.

“Tuhan sayang kalian semua, kejahatan tidak akan menang,” Kata jeda baru itu.

Pau Leo XIV berulang kali menekankan bahwa Gereja dipanggil untuk membangun jembatan dan mencari dialog.

Dalam pidatonya, dialognya dilanjutkan: "Kita ingin berjalan bersama, mencari perdamaian dan keadilan tanpa rasa takut."

Editor : Baskoro Septiadi
#paus leo #Robert Francis Prevost menjadi Paus Ke 267 #vatikan #Paus Leo XIV