Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Profil dan Latar Belakang Paus Leo XIV, dari Misionaris di Peru hingga Pemimpin Gereja Katolik Dunia

Cheyla Devya Arnellita Dewi • Jumat, 9 Mei 2025 | 15:09 WIB
Paus Terpilih, Paus Leo XIV, Pemimpin Baru Gereja Katolik
Paus Terpilih, Paus Leo XIV, Pemimpin Baru Gereja Katolik

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Paus Leo XIV yang sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Robert Francis Prevost, resmi terpilih sebagai Paus ke-267 pada (8/5/2025).

Ia mencatat sejarah sebagai Paus pertama asal Amerika Serikat, dan anggota Ordo Agustinus pertama yang menduduki Tahta Suci.

Perjalanan hidupnya mencerninkan dedikasi terhadap pelayanan umat dan reformasi Gereja.

Lahir di Chicago pada (14/9/1955), Prevost memiliki latar belakang akademik yang kuat dengan gelar doktor dalam Hukum Kanon di Roma.

Dirinya bergabung dengan Ordo Santo Agustinus pada 1997 dan ditahbiskan sebagai imam pada 1982.

Pada tahun 1985, Prevost memulai misi pastoral di Peru, khususnya di wilayah Trujillo dan Chiclayoz

Disitu dirinya mulai dikenal karena kedekatannya dengan komunitas miskin dan pelayanan sosialnya.

Selama lebih dari dua dekade di Peru, Prevost atau Paus Leo mendirikan paroki, mengajar seminari, dan menjabat sebagai hakim gerejawi.

Ia juga dikenal sebagai "Santo dari Utara" karena perannya dalam membantu masyarakat selama pandemi Covid-19 dengan menyediakan fasilitas oksigen.

Pada tahun 2014, Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai Uskup Chiclayo.

Kemudian di tahun 2023, ia diangkat sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup serta Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin.

Peran ini memberinya tanggung jawab atas penunjukan uskup di seluruh dunia, memperkuat jaringan dan pengaruhnya dalam hierarki Gereja.

Pemilihan nama "Leo XIV" mencerminkan penghormatan terhadap Paus Leo XIII, yang dikenal karena advokasinya terhadap pekerja dan reformasi sosial pada abad ke-19.

Langkah ini menunjukkan komitmen Paus Leo XIV terhadap keadilan sosial dan reformasi dalam Gereja.

Paus Leo XIV juga dikenal karena pandangannya yang progresif terhadap isu-isu lingkungan dan migrasi.

Selama masa jabatannya di Peru, ia aktif dalam mendukung komunitas migran dan menentang kebijakan imigrasi yang ketat.

Pendekatannya yang inklusif serta empatik diharapkan membawa angin segar dalam kepemimpinan Gereja Katolik.

Meskipun demikian, ia menghadapi tantangan besar termasuk penurunan jumlah umat di Eropa, krisis Gereja, dan skandal pelecehan seksual yang masih membayangi.

Pengalamannya dalam menangani isu-isu kompleks di Peru dan Vatikan diharapkan membantunya dalam mengatasi tantangan-tantangan ini.

Sebagai pemimpin yang rendah hati dan menghindari sorotan, Paus Leo XIV dikenal karena pendekatannya yang tenang tetapi tegas.

Ia lebih memilih mendengarkan dan memahami sebelum mengambil keputusan.

Tentu saja, gaya kepemimpinannya dihargai oleh banyak pihak di dalam dan luar Gereja.

Dengan latar belakang multikultural dan pengalaman internasionalnya, Paus Leo XIV diharapkan dapat menjembatani perbedaan budaya dan ideologi dalam Gereja Katolik yang semakin global.

Kemampuannya berbicara dalam beberapa bahasa termasuk Spanyol, Italia, dan Portugis, memperkuat perannya sebagai pemersatu umat.

Terpilihnya Paus Leo XIV juga mencerminkan perubahan dalam dinamika Gereja.

Fokus-fokus akan bergeser ke wilayah-wilayah dengan pertumbuhan umat yang pesat, seperti Amerika Latin dan Afrika.

Kepemimpinannya diharapkan membawa perhatian lebih besar terhadap isu-isu yang relevan di kawasan-kawasan ini.

Editor : Baskoro Septiadi
#Paus 267 #paus terpilih 2025 #Paus terpilih dari Amerika #Katolik #asap putih #Kardinal Robert Francis Prevost #Paus Leo XIV