RADARSEMARANG.ID, Pevoli terkenal andalan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, menjadi sorotan publik setelah penampilannya di babak Final Four Proliga 2025 dinilai kurang maksimal.
Dalam laga seri ketiga di Gor Sritex Arena, Solo, pada Jumat (2/5/2025), Megawati hanya mencetak 16 poin saat timnya takluk 2-3 dari Jakarta Pertamina Enduro, dan satu poin dalam laga melawan Jakarta Electric PLN.
Kritik pedas dari netizen atas performanya memicu respons keras dari pevoli berjuluk Megatron ini, yang melontarkan pembelaan penuh emosi melalui siaran langsung di TikTok.
Megawati, yang baru bergabung dengan Gresik Petrokimia di putaran kedua Final Four di Solo, tengah dalam masa pemulihan cedera usai memperkuat Red Sparks di Liga Voli Korea Selatan.
Absen di dua seri sebelumnya di Semarang dan Kediri, ia baru mendapat izin dari tim medis untuk tampil di pekan terakhir.
Meski hanya bermain terbatas sebagai pemain pengganti, Megawati tetap mencatatkan 17 poin dari dua laga, menempatkannya di daftar 20 besar top skor Proliga.
Namun, capaian ini tak cukup meredam kritik netizen yang menuntut performa setara saat ia bermain di Korea.
Dalam sesi siaran langsung di TikTok, Megawati tak mampu menahan amarahnya atas cibiran yang dinilainya tak adil.
“Punya otak gak kalian? Aku gak pernah latihan 20 hari, baru latihan sehari terus disuruh main bagus kayak di Korea Selatan yang latihan tiga bulan. Gak ada otak memang kalian,” tegasnya dengan nada tinggi.
Ia menyinggung perjuangan fisik dan mental selama tiga bulan di Korea, termasuk momen-momen sulit yang membuatnya menangis, serta keterbatasan waktu persiapan di Indonesia.
“Aku latihan di Proliga cuma satu hari, terus disuruh main lompat setinggi langit. Kalau aku pakai dukun, baru bisa!” ungkapnya dengan nada sarkastik.
Pelatih Gresik Petrokimia, Jiang Jie, membela anak asuhnya dengan menjelaskan bahwa kondisi Megawati belum pulih sepenuhnya.
“Dia masih dalam masa pemulihan. Tim bekerja keras selama tiga minggu untuk kondisinya,” ujar Jiang usai laga melawan Jakarta Electric PLN pada Sabtu (3/5/2025).
Ia juga memilih untuk mengistirahatkan Megawati di laga tersebut agar kondisinya lebih baik untuk pertandingan berikutnya.
“Saya harap minggu depan di final, dia dalam kondisi lebih baik,” tambahnya, meski harapan juara Petrokimia kini telah pupus.
Kegagalan Gresik Petrokimia melaju ke final terjadi setelah Jakarta Popsivo Polwan mengalahkan Jakarta Pertamina Enduro secara straight set, menempatkan Petrokimia di posisi empat besar.
Meski demikian, Megawati dan timnya masih memiliki satu kesempatan untuk mengakhiri musim dengan manis melalui laga perebutan tempat ketiga melawan Jakarta Electric PLN.
Duel ini akan digelar pada Sabtu, 10 Mei 2025, di GOR Amongrogo, Yogyakarta, dan menjadi momen krusial bagi Megawati untuk membuktikan kemampuannya di tengah sorotan publik.
Pembelaan Megawati mencerminkan tekanan besar yang dihadapi atlet di era media sosial, di mana kritik sering kali datang tanpa mempertimbangkan konteks.
“Kalau menilai, jangan setengah-setengah. Emang kalian tahu perjuangan aku?” katanya, meminta publik untuk lebih bijak dalam menilai.
Unek-unek ini tak hanya menunjukkan sisi emosional Megawati, tetapi juga dedikasinya untuk terus berjuang meski dalam kondisi fisik yang belum optimal.
Publik kini menantikan bagaimana pevoli asal Jember ini akan menutup Proliga 2025.
Kisah Megawati di Proliga kali ini menjadi cerminan perjuangan seorang atlet yang berusaha bangkit dari cedera di tengah ekspektasi tinggi.
Dengan laga penutup melawan Jakarta Electric PLN di depan mata, perhatian tertuju pada apakah Megatron dapat membungkam kritik dengan aksi gemilang di lapangan.
Dukungan dari penggemar setia diharapkan menjadi penyemangat bagi Megawati untuk menunjukkan bahwa ia tetap menjadi salah satu pevoli terbaik Indonesia. (tas)
Editor : Tasropi