Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

PGSD Universitas Muria Kudus Jadi Agensi Pelestarian Budaya Lokal di Pentas Nasional

H. Arif Riyanto • Senin, 5 Mei 2025 | 03:02 WIB
PGSD UMK ikut berperan serta dan tampil sebagai motor penggerak dalam kolaborasi seni lintas institusi bertajuk Sendratari "Ngintun Sega Kepel" di Pendapa Anjungan Jateng TMII Jakarta.
PGSD UMK ikut berperan serta dan tampil sebagai motor penggerak dalam kolaborasi seni lintas institusi bertajuk Sendratari "Ngintun Sega Kepel" di Pendapa Anjungan Jateng TMII Jakarta.

RADARSEMARANG.ID, Jakarta— Semangat pelestarian budaya lokal kembali digaungkan di panggung nasional.

Dalam gelaran seni budaya yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah di Pendapa Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (4/5/2025), Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muria Kudus (UMK) ikut berperan serta dan tampil sebagai motor penggerak dalam kolaborasi seni lintas institusi bertajuk Sendratari "Ngintun Sega Kepel".

Mengangkat cerita rakyat khas Kabupaten Kudus dalam kemasan teater tari modern, pertunjukan ini menjadi bukti nyata bahwa dunia akademik, khususnya PGSD UMK, tidak hanya fokus pada pengajaran formal di ruang kelas, tetapi juga aktif dalam mengarusutamakan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda.

Hal tersebut adalah bagian dari Tridarma dan keberadaan program studi yang UNGGUL secara akademis maupun pragmatis.

Pentingnya peran kampus dalam pelestarian budaya tercermin dari keterlibatan langsung Wasis Wijayanto, S.Sn., M.Sn., selaku dosen PGSD UMK, yang memimpin penyusunan komposisi musik pengiring sendratari tersebut.

Tidak hanya itu, ia menggandeng dua mahasiswa PGSD UMK—Alex Prasetyo dan M. Naufal Satrio—untuk terlibat dalam tim produksi, menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek budaya telah menjadi bagian dari pendekatan pedagogis di UMK.

“Kolaborasi ini adalah bagian dari strategi PGSD UMK dalam mendidik mahasiswa yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya lokal,” ungkap Wasis.

Keberadaan mahasiswa PGSD UMK di panggung nasional bukanlah yang pertama.

PGSD UMK secara konsisten mengintegrasikan kegiatan budaya dalam kurikulum, termasuk melalui tugas praktik seni, kerja sama dengan sanggar lokal, hingga keterlibatan dalam event kebudayaan berskala daerah dan nasional bahkan internasional.

Komitmen ini juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Sanggar Seni Ciptoning Asri, yang dalam sendratari kali ini turut menggarap naskah dan koreografi bersama.

Musik yang mengiringi pertunjukan juga menjadi kekuatan tersendiri.

Kolaborasi pentas seni bersama tim dibantu oleh berbagai pihak seperti  Sanggar Laras PO Haryanto Kudus, serta praktisi seni Fantasi Fana Sari Asmara, S.Sn., M.Pd.

Tim kolaborasi ini menghadirkan nuansa yang menggabungkan unsur tradisi dan eksplorasi modern, selaras dengan misi edukasi budaya yang diemban PGSD UMK.

Pentas ini turut mendapat apresiasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kudus, yang menyebut keterlibatan civitas akademika sebagai kekuatan baru dalam gerakan pelestarian budaya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kudus pun memberikan dukungan penuh dalam kegiatan ini, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menggali, mengembangkan, dan mempromosikan potensi seni lokal.

Langkah ini tak hanya memperkuat identitas budaya daerah, tetapi juga memberi ruang aktualisasi bagi para seniman muda dan pelaku ekonomi kreatif.

Tak hanya sendratari, kegiatan Duta Seni Kudus di TMII juga diramaikan dengan Kirab Budaya yang mengangkat cerita Ujar Nyunatake Putu, serta bazar produk ekonomi kreatif khas Kudus yang turut memamerkan potensi industri lokal.

PGSD UMK tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi menjadi agen perubahan budaya, membawa semangat pelestarian dalam ruang akademik dan komunitas.

Dengan keterlibatan aktif dalam event seni semacam ini, PGSD UMK terus meneguhkan perannya sebagai program studi yang tidak hanya membentuk guru profesional, tetapi juga pendidik yang berakar pada nilai-nilai budaya bangsa. (aro/bis)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pgsd umk #universitas muria kudus #Dinas Kebudayaan dan Pariwisata #Sendratari #taman mini indonesia indah #Kabupaten Kudus