RADARSEMARANG.ID - Perseteruan antara Hercules Rosario Marshal dan Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo semakin memanas dan menjadi bahan pembicaraan di berbagai kalangan.
Kedua tokoh ini berasal dari latar belakang yang sangat berbeda, namun keduanya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam lingkup sosial dan politik Indonesia.
Hercules dikenal sebagai mantan tokoh preman berpengaruh di kawasan Tanah Abang yang kemudian menjalin relasi dengan kalangan militer sejak era Orde Baru.
Di sisi lain, Gatot Nurmantyo merupakan mantan Panglima TNI yang dikenal luas atas sikap kritis dan vokalnya terhadap berbagai isu kebangsaan.
Baca Juga: Bentrok Pemuda Pancasila vs GRIB Jaya, Beredar Video Viral Instruksi Hercules
Ketegangan antara keduanya mulai mencuat ketika Gatot dalam suatu kesempatan menyampaikan pernyataan tentang adanya pihak-pihak yang ia nilai berpotensi mengganggu ketertiban nasional melalui cara-cara tidak konstitusional.
Meskipun tidak menyebut nama secara langsung, pernyataan tersebut dinilai Hercules sebagai sindiran terhadap dirinya.
Menanggapi hal tersebut, Hercules tidak tinggal diam. Dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial, Hercules secara terbuka menyatakan bahwa dirinya tidak takut dan tidak menghargai Gatot Nurmantyo, meski sosok tersebut pernah menjabat sebagai Panglima TNI.
Ia menilai bahwa Gatot tengah mencoba membangun citra pribadi melalui cara-cara provokatif yang justru memperkeruh suasana kebangsaan.
Baca Juga: 5 Fakta Di Balik Kasus Predator Anak di Jepara, Nomor 2 Bikin Tercengang!
Pernyataan tersebut menandai bahwa konflik ini telah bergerak dari sindiran tersirat menjadi konfrontasi verbal yang terbuka.
Gatot sendiri menanggapi dengan tetap mempertahankan posisinya, menyatakan bahwa ia hanya memberikan peringatan umum bagi semua pihak agar tetap berada dalam koridor hukum dan menjaga keutuhan bangsa.
Ia juga menambahkan bahwa respons emosional dari pihak-pihak tertentu justru memperkuat dugaan bahwa mereka merasa tersindir karena mungkin memiliki kepentingan tertentu.
Baca Juga: Mau Ikut Daftar CPNS 2025? Cek Panduan Lengkapnya Terlebih Dahulu Disini
Dinamika ini menjadi sorotan masyarakat dan berbagai pihak, termasuk pengamat politik dan keamanan.
Banyak yang menilai bahwa pernyataan publik dari tokoh-tokoh seperti Hercules dan Gatot seharusnya lebih bijak dan menyejukkan, bukan malah memicu ketegangan.
Konflik ini juga dinilai sebagai refleksi dari tarik-menarik kekuatan antara aktor militer dan non-militer yang telah lama ada di Indonesia, dan kini muncul kembali dalam bentuk perseteruan personal yang terbuka.
Editor : Baskoro Septiadi