Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Wacana Kebijakan Vasektomi dari Dedi Mulyadi Kena Sorotan Warganet: Ini Bentuk Baru Eugenika

Aris Hariyanto • Jumat, 2 Mei 2025 | 18:55 WIB
Ilustrasi testis yang sedih karena Vaksetomi.
Ilustrasi testis yang sedih karena Vaksetomi.

RADARSEMARANG.ID - Jawa Barat tengah dihadapkan pada perdebatan sengit setelah Gubernur Dedi Mulyadi mewacanakan kebijakan Vasektomi.

Adapun kebijakan tersebut disebutnya Dedi sebagai syarat penerima bansos atau bantuan sosial.

Namun, wacana Vasektomi ini sontak memicu kontroversi dan reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk warganet dengan ungkapan mengejutkan.

Seorang warganet menilai kebijakan Vasektomi tersebut sebagai bentuk baru eugenika, yakni upaya negara mengendalikan tubuh warga miskin atas nama pembangunan dan pengentasan kemiskinan.

Salah satu warganet dengan akun @fmuchtaar_ menyoroti bahwa negara tidak berhak mengatur rahim dan testis orang miskin.

Ia membandingkan kebijakan ini dengan program kontroversial di India tahun 1970-an, yang berujung pada trauma massal dan memperlebar kesenjangan sosial.

“Yang orang miskin butuhkan adalah pendidikan, pekerjaan yang layak, layanan kesehatan terjangkau, dan jaminan sosial. Bukan paksaan untuk ‘tidak punya anak’,” tulisnya di platform X.

Menurut warganet tersebut, pendekatan Vaksetomi ini seolah mengabaikan akar masalah kemiskinan.

Bukan jumlah anak yang menjadi penyebab utama kesulitan ekonomi, melainkan kurangnya akses terhadap pendidikan, pekerjaan yang layak, layanan kesehatan yang terjangkau, dan jaminan sosial.

Kebijakan yang berbasis pada paksaan terhadap tubuh warga miskin berpotensi memperdalam ketimpangan sosial, bukannya menyelesaikan masalah ekonomi.

Banyak warganet berpendapat, pemerintah harus lebih fokus pada solusi sistemik, memberikan akses yang lebih luas terhadap edukasi keluarga berencana.

Disamping itu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui lapangan pekerjaan, serta memastikan bantuan sosial dapat diterima tanpa syarat yang kontroversial.

Sebagai tambahan informasi, Eugenika adalah sebuah konsep dalam filsafat sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas genetika manusia dengan cara seleksi dan pengendalian reproduksi.

Ide ini pertama kali diperkenalkan oleh Francis Galton pada abad ke-19 dan didasarkan pada teori evolusi Charles Darwin, seperti yang dikutip dari Wikipedia.

Dalam sejarahnya, Eugenika sering kali digunakan untuk membenarkan kebijakan kontroversial, seperti sterilisasi paksa, pengendalian kelahiran, dan bahkan genosida di beberapa negara.

Kejadian ini pernah terjadi pada era Nazi Jerman. Saat itu, Eugenika digunakan sebagai dasar untuk program pemurnian ras yang berujung pada tindakan diskriminatif dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Saat ini, konsep Eugenika masih menjadi perdebatan, terutama dalam kaitannya dengan rekayasa genetika dan bioteknologi.

Beberapa pihak melihatnya sebagai cara untuk mencegah penyakit genetik. Sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk kontrol yang berpotensi melanggar hak asasi manusia.

Editor : Baskoro Septiadi
#vasektomi #KEMISKINAN #warganet #kesulitan ekonomi #BANSOS #pengentasan kemiskinan #Eugenika #syarat penerima bansos #dedi mulyadi