RADARSEMARANG.ID- Ditengah maraknya kasus korupsi yang melanda negara ini, masyarakat yang jengah mulai menyuarakan keresahannya lewat berbagai cara.
Setelah berbagai kasus korupsi merugikan negara yang terungkap, beberapa diantaranya sempat menjadi headline di media Tanah Air.
Yang terbaru, siswa dari SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa) Jogjakarta diketahui menciptakan kritiknya terhadap berbagai kasus korupsi di Indonesia.
Lewat caranya sendiri yang artistik nan 'menyindir',siswa sekolah seni ini menciptakan sebuah patung tak biasa berbentuk babi hutan.
Patung dengan nama 'Teramat Celeng' ini jika diartikan ke Bahasa Indonesia memiliki arti Terlalu Babi Hutan.
Merupakan sebuah perwujudan seekor babi hutan, yang digambarkan mewakili sosok koruptor yang rakus dan menyeramkan.
Dengan ekspresi menyeringai, serta bulu berwarna hitam legam, patung babi ini memiliki gigi-gigi tajam serta taring yang terlihat siap mengoyak mangsanya.
Kasus Korupsi Pertamina, Korupsi Timah, Korupsi Kemendagri, Korupsi ASABRI dan sebagainya diketahui menjadi bahan bakar para siswa sekolah SMSR Jogja dalam menciptakan karya seni ini.
Hal ini terlihat dari sederet nama instansi terkait yang pernah terlibat kasus korupsi berada di bawah kaki patung si babi hitam tersebut.
Patung 'Teramat Celeng' ini merupakan koleksi milik SMSR Jogjakarta yang dipamerkan dalam event Swarupa Ananta.
Pada tanggal 23-25 April 2025 lalu di Pendhapa Art Space sebagai karya seni siswa dan pelengkap tugas akhir yang diberikan dari guru.
Dimas Hari Agung, sebagai sosok dibalik karya berukuran 60cm x 35cm x 50 cm ini mengungkapkan bahwa dirinya menggunakan sosok 'celeng' atau babi hutan.
Baca Juga: Terjadi Tren Kenaikan Kasus Korupsi Dana Desa di Jateng, Kejati Catat Hingga April Ada 30 Kasus
Sebagai simbolisasi para koruptor yang rakus dan menyalahgunakan kekuasaan yang seharusnya digunakan untuk menyejahterakan rakyat.
Ia juga menambahkan bahwa korupsi merupakan masalah serius yang harus segera dihadapi dan diatasi secepat mungkin di Indonesia.
Source: Dimas Hari Agung (Ig), Local Pride Fit, Swarupa Ananta
Editor : Baskoro Septiadi