RADARSEMARANG.ID - Kekayaan alami di negara ini menjadi salah satu keberagaman hayati yang patut dibanggakan oleh masyarakat di Tanah Air.
Dengan beragamnya jumlah satwa maupun flora yang ada di Indonesia, menjadikannya sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman alam paling tinggi di dunia.
Namun telah diketahui list daftar burung/aves di Indonesia telah berkurang satu jenis spesies burung yang bernama Kapinis Kecil (Apus affinis).
Hal ini telah terkonfirmasi lewat publikasi Status Burung di Indonesia 2025 yang menyebutkan bahwa memang satu jenis spesies burung di Indonesia berkurang.
Alasan penghapusan satu jenis spesies burung kapinis ini dikarenakan adanya pengelompokkan ulang dan perubahan nama dalam taksonomi burung.
Sebelumnya, kapinis kecil seringkali disamakan dengan kapinis rumahan (Apus Nipalensis) yang kerap ditemui di wilayah perkotaan.
Namun setelah diteliti lebih lanjut, ilmuwan menyadari bahwa keduanya merupakan dua ekor spesies burung yang berbeda.
Menurut penelitian Martin Packert melalui @Burung_Indonesia, ia membuktikan bahwa kapinis kecil dan kapinis rumahan.
Memiliki perbedaan yang signifikan secara morfologi, perilaku serta genetiknya.
Akhirnya berkat temuan ini menciptakan dasar pengelompokan ulang dalam taksonomi burung di dunia.
Kini, di Indonesia yang sebelumnya berjumlah 1.836 spesies kini berkurang menjadi 1.836 spesies dari seluruh pelosok negeri di Indonesia.
Diketahui burung kapinis kecil sebelumnya tercatat sebagai salah satu avifauna /binatang terbang yang ada dalam daftar burung di Tanah Air.
Namun, karena setelah pengelompokan dan peninjauan yang lebih lanjut, ternyata burung kapinis kecil tidak memiliki sebaran alami di Indonesia.
Sedangkan spesies kapinis yang ada di Indonesia adalah burung kapinis rumahan (Apus Nipalensis), serumpun dengan walet.
Dan dapat ditemukan di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan juga Papua.
Jadi, berkurangnya spesies burung di Indonesia ini bukan karena kepunahan, melainkan memang burung kapinis kecil diketahui tidak mendiami wilayah di sekitaran Indonesia.
Source: Burung Indonesia, Status Burung di Indonesia 2025
Editor : Baskoro Septiadi