Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Santri Tewas akibat Tertimpa Tembok di Pondok Pesantren Gontor Bertambah

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Sabtu, 26 April 2025 | 03:18 WIB
Tim gabungan lakukan evakuasi santri yang tertimbun longsoran dinding penyangga kolam penampung air yang menimpa kamar mandi Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus 5 Jumat (25/4/2025).
Tim gabungan lakukan evakuasi santri yang tertimbun longsoran dinding penyangga kolam penampung air yang menimpa kamar mandi Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus 5 Jumat (25/4/2025).

RADARSEMARANG.ID—Korban tewas akibat longsor dan robohnya tembok di Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus 5, Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang bertambah.

Hingga Jumat (25/4/2025) pukul 20.00 WIB, tiga santri berhasil dievakuasi dalam kondisi tidak bernyawa.

Dalam peristiwa ini, puluhan santri menjalani perawatan di RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang, baik rawat jalan maupun rawat inap.

Setidaknya 33 santri Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus 5, Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, menjadi korban bencana tanah longsor.

Bencana longsor yang menimpa pondok modern tersebut pada Jumat (25/4/2025), menyebabkan dinding penyangga kolam penampung air roboh.

Longsoran menimpa kamar mandi pondok yang bersebelahan dengan dinding penyangga tersebut.

Akibatnya sejumlah santri yang sedang mandi tertimpa runtuhan tembok.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (25/4/2025) hingga pukul 19.02 WIB, informasi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merah Putih sudah ada 25 santri yang dilarikan dan sedang menjalani perawatan karena terluka.

Tanah longsor terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Hingga pukul 19.02 WIB, saat berita ini ditulis, proses evakuasi masih berlanjut.

Kemungkinan jumlah korban bertambah. Diduga masih ada santri yang tertimbun longsoran.

Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 8 santri yang sempat tertimbun reruntuhan tembok.

Lima santri dievakuasi dalam kondisi selamat.

Sedangkan tiga santri, Wildan asal Surabaya, Reyfhan Hafidz dari Tangerang dan Bima Arya dari Surabaya sudah tidak bernyawa.

Guru Senior Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus 5, Muhib Huda Muhammadi menyampaikan, bencana alam tersebut mengakibatkan robohnya sebuah dinding kolam penampung air yang terletak di belakang Gedung Aligarh.

Saat itu memang waktu mandi para santri sebagai persiapan salat Jumat.

Tanpa diduga, tanah di bawah kolam penampung air yang terletak di belakang kamar mandi longsor, sehingga menyebabkan kolam penampung air di atasnya ikut roboh.

Di saat yang sama, puluhan santri sedang antre mandi.

Hal yang tak terduga tersebut pun membuat sejumlah santri tak dapat menyelamatkan diri dan tertimbun longsoran dinding yang roboh.

“Di mana saat itu santri sedang persiapan mandi untuk salat Jumat. Beberapa santri yang dapat diselamatkan segera langsung dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Selama proses evakuasi, pihak pondok melarang media untuk meliput di lokasi kejadian. Hingga saat ini juga belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi kejadian. (rfk/ton)

 

Editor : Pratono
#Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus 5 #RSUD Merah Putih #santri #Kabupaten Magelang #TANAH LONGSOR